Layanan Gmail alami gangguan dalam kecelakaan terbaru Google

·Bacaan 2 menit

San Francisco (AFP) - Layanan email berhosting cloud milik Google mengalami gangguan "besar" pada Selasa yang terjadi hanya sehari setelah mati selama padam besar-besarannya platform raksasa internet itu.

Google mengatakan dalam dasbor statusnya bahwa operasi Gmail kembali berfungsi sesaat sebelum 00.00 GMT atau sekitar dua setengah jam setelah orang-orang mengeluhkan masalah itu.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan terima kasih atas kesabaran dan dukungan terus menerus Anda," kata Google dalam pemberitahuan status dasbornya.

"Yakinlah bahwa keandalan sistem adalah prioritas utama di Google, dan kami terus melakukan perbaikan agar sistem kami lebih baik lagi."

Google tidak mengungkapkan jumlah pengguna yang terdampak atau penyebab pasti masalah tersebut.

Masalah Gmail itu berdampak terhadap "sebagian besar pengguna", kata perusahaan itu dalam sebuah posting.

Para pengguna Gmail mengalami pesan kesalahan, latensi tinggi dan perilaku-perilaku tak biasa lainnya dalam layanan itu, kata Google.

Mati secara besar-besaran pada Senin mengganggu sementara layanan-layanan populer Google seperti Gmail dan platform berbagi video YouTube sehingga mengganggu pembelajaran jarak jauh, pekerjaan, dan hiburan yang menjadi andalan orang selama pandemi.

Sekitar 17.000 orang melaporkan masalah layanan Gmail pada titik puncaknya sekitar pukul 14.30 (05.30 WIB) di California yang menjadi tempat kantor pusat Google berada, kata situs web Downdetector.

Layanan-layanan Google lainnya seperti YouTube, Maps dan pencarian tampaknya beroperasi normal.

Mati secara luas Senin itu berlangsung selama sekitar 45 menit.

Layanan-layanan yang mengharuskan pengguna melakukan log in ke akun-akun seperti YouTube atau Gmail memiliki "tingkat kesalahan lebih tinggi" dari biasanya yang mengakibatkan orang-orang ditolak aksesnya, kata Google tentang pemadaman Senin.

Google dalam dasbornya selama pemadaman itu mengisyaratkan bahwa pemadaman itu juga mencakup layanan-layanan untuk "mayoritas pengguna".

Layanan-layanan online yang sudah ada di mana-mana menjadi sangat penting tahun ini di tengah pandemi Covid-19 mengingat jutaan orang bekerja dari rumah dan siswa mesti belajar secara online.

Gangguan pada penyedia-penyedia layanan online bukanlah hal yang aneh. Amazon Web Services (AWS), anak perusahaan Amazon yang mengkhususkan diri dalam layanan cloud on-demand untuk bisnis dan pribadi, mengalami pemadaman teknis besar-besaran pada November.

gc/to