Layanan Home Service sebagai Strategi Bisnis Cukur Rambut di Era Pandemi

Syahdan Nurdin, adindamelliana007-904
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi Covid-19 mulai melanda Tanah Air sejak Maret 2020 hal ini mengharuskan pemerintah Indonesia membuat berbagai macam peraturan, hal tersebut digunakan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, yang juga diberlakukan pada negara lain.

Salah satunya pembatasan aktivitas di luar rumah, dengan di berlakukannya aturan social distancing dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), perusahaan-perusahaan besar menengah maupun kecil mengalami imbas dari peraturan tersebut yang berdampak pada penurunan omzet yang sangat drastis.

Salah satu jenis Usaha Kecil Menengah yang banyak dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat adalah Pangkas rambut, yang tadinya bekerja memangkas rambut para pelanggan hanya cukup menunggu di tempat-tempat outlet mereka, sekarang cara seperti itu sudah sangat kurang efektif dilakukan karena sepi pengunjung.

Hal ini membuat para pemangkas rambut harus bekerja lebih extra dari biasanya, mereka bersedia menerima panggilan ke rumah-rumah. Para pelanggan yang akan mencukur rambut hingga menyebarkan beberapa poster iklan dan lewat media sosial agar lebih banyak orang tahu dengan promosi terbarunya.

Layanan cukur home service seperti biasa, perbedaannya hanya pencukurlah yang bersedia datang menerima panggilan pelanggan.

Membuka layanan cukur home servise dari segi pendapatan jelas lebih baik dibanding hanya menunggu pengunjung datang, pelanggan juga merasa lebih nyaman jika memotong rambut di rumah sendiri, dikarenakan kondisi seperti ini segala sesuatunya ingin lebih steril dari tempat, alat dan lain sebagainya. Cara tersebut lebih nyaman karena tidak berinteraksi dengan banyak orang atau tidak membuat kerumuman dan tidak perlu mengantre.

Selain itu untuk melayani pelanggan yang ingin mencukur rambut di rumah juga memiliki aturan khusus. Sebagai contoh sebuah pelayanan terbaik yang diberikan oleh tukang cukur demi memfasilitasi kenyamanan pelanggan.

Para tukang cukur bersedia menggunakan APD saat melakukan pekerjaan yang dilakukanya seperti masker, faceshiled dan sarung tangan, hal ini menjadikan pelanggan menjadi lebih nyaman dan aman.

Terkadang satu panggilan tidak pasti melayani mencukur satu orang saja, misal satu keluarga ada beberapa orang yang memang kebetulan menginginkan potong rambut, di kontrakan atau kost-kost-an begitu juga, kadang yang tadinya tidak berniat potong rambut melihat kawan atau salah satu keluarganya mencukur rambut jadi ingin ikut mencukur. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri dari sistem jemput bola oleh para tukang cukur panggilan.

Memang di masa pandemi ini para pelaku bisnis harus pintar mengambil peluang, jika tidak omzet semakin menurun, mengingat kondisi dan daya beli masyarakat yang semakin rendah karena terjadinya krisis di masa pandemi.

Tidak sedikit para pengusaha melakukan cara-cara jitu agar bisa menaikan pendapatan dari hasil usahanya yang terus merosot karena keadaan sekarang, sampai bisa dibilang unik, nyentrik bahkan konyol sekalipun karena tidak seperti biasanya. Hal ini di tujukan agar kestabilan pendapatan bisa tercapai. (Adinda Melliana Hera Andriyani, Management International, Universitas Jenderal Soedirman)