Layanan internet gratis Pemkot Madiun masuk Top 45 Sinovik tahun 2022

Program layanan internet gratis berupa pemasangan WiFi yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur berhasil masuk Top 45 Inovasi Terbaik tingkat nasional dalam Kompetisi Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2022 yang digelar Kemenpan-RB.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan inovasi bertajuk "Program WiFi Gratis untuk Madiun Genggam Teknologi" (Profit M-Tech) tersebut dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun.

"Ini hebat. Dari ribuan, kemudian diseleksi sampai kita masuk Top 99. Setelah itu diuji lagi dan diambil 45, dan alhamdulillah kita masuk lagi," ujar Wali Kota Maidi, di Madiun, Kamis.

Adapun, Profit M-Tech tersebut telah bersaing dengan 3.478 inovasi yang masuk. Dari ribuan inovasi tersebut terus dilakukan seleksi hingga menyisakan Top 99 inovasi pada awal Juli lalu.

Inovasi Profit M-Tech lalu mengikuti verifikasi lapangan yang dilakukan tim panel independen secara virtual pada 19 Juli lalu. Hasilnya, Kota Madiun akhirnya terpilih Top 45 untuk kategori klaster pemerintah kota yang diumumkan hari ini, Kamis (28/7).

Dari capaian itu, Pemkot Madiun berhak atas Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp9 miliar dari pemerintah pusat.

"Kota kita harus inovatif. Ini bukti kalau aparatur kita tidak hanya melayani untuk menggugurkan kewajiban. Tetapi dilakukan dengan serius hingga akhirnya berbuah prestasi," kata dia.

Profit M-Tech merupakan program internet gratis berupa pemasangan WiFi yang disediakan Pemkot Madiun. Sampai saat ini sudah ada 1.937 titik WiFi yang tersebar sampai ke tingkat RT. WiFi tersebut dipasang di fasilitas umum, seperti kantor kelurahan, pasar, poskamling, puskesmas, RTH, dan tempat umum lainnya.

Keberadaan WiFi tersebut sangat membantu masyarakat dalam berbagai bidang, mulai kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi, terutama saat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung saat ini. Program WiFi gratis ini dirasa tepat saat pandemi yang semua komunikasi lebih banyak menggunakan daring.

Pemkot Madiun telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar per tahun untuk belanja kebutuhan internet gratis tersebut.

Selain itu, inovasi Profit M-Tech juga untuk mendukung program kota cerdas Kota Madiun. Khususnya dari sisi IoT (Internet of Things). Sudah banyak pekerjaan yang dilakukan secara otomatis, seperti penerangan jalan umum (smart PJU), penyiraman tanaman otomatis, pemantauan CCTV di sejumlah titik kota, kegiatan sekolah "outdoor learning", kebutuhan layanan vaksinasi, dan lain sebagainya.

"Kalau IT kita kuasai, dunia kita genggam. IT ini salah satu unsurnya ada internet. Makanya, kita terus dekatkan internet ini kepada masyarakat," ujar Wali Kota.

Sekretaris Dinas Kominfo Kota Madiun Noor Aflah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program WiFi gratis Kota Madiun tersebut. Tak terkecuali, Bagian Organisasi Setda Kota Madiun sebagai fasilitator sekaligus pendamping selama gelaran kompetisi.

"Internet merupakan kebutuhan pokok saat ini. Prinsipnya kami ingin mendekatkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Selain itu, juga mempermudah kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya program WiFi ini bisa semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Madiun," kata Aflah.
Baca juga: Internet Masuk Desa di Madiun Belum Maksimal

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel