Layanan Kesehatan Palestina di Gaza Kewalahan Tangani Pasien COVID-19

Renne R.A Kawilarang, BBC Indonesia
·Bacaan 2 menit

Peningkatan jumlah kasus virus corona di Jalur Gaza bakal membuat sistem layanan kesehatan di Palestina kewalahan dalam beberapa hari ke depan, kata para ahli.

Dari 100 ventilator Gaza, 79 telah digunakan oleh pasien Covid-19, kata Abdelraouf Elmanama, dari satuan tugas penanganan pandemi di wilayah itu.

Gaza yang padat penduduk, dengan dua juta penduduk dan tingkat kemiskinan yang tinggi, rentan terhadap penularan.

Pada Minggu (22/11), kementerian kesehatan setempat melaporkan 684 kasus baru dan tiga kematian.

Wilayah itu telah mencatat lebih dari 14.000 kasus virus corona dan total 65 kematian.

"Dalam 10 hari, sistem kesehatan tidak akan mampu menghadapi kenaikan kasus seperti itu dan mungkin ada pasien yang tidak akan mendapat tempat di unit perawatan intensif," kata Elmanama.

Abdelnaser Soboh, koordinator kesehatan darurat di kantor Organisasi Kesehatan Dunia di Gaza, memperingatkan bahwa "dalam seminggu, kita tidak akan bisa menangani kasus kritis".

Gaza adalah wilayah yang terdampak blokade darat, laut, dan udara oleh Israel dan Mesir, hal yang telah menghancurkan ekonominya.

Perselisihan antara penguasa Hamas dan rivalnya Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat, mengganggu sistem kesehatan publiknya.

Israel dan Mesir memberlakukan blokade pada 2007 ketika kelompok militan Palestina dengan kekerasan memperkuat kontrolnya atas wilayah itu setahun setelah memenangkan pemilihan.

Kedua negara mengatakan blokade itu untuk pertahanan diri.

Hamas sejauh ini telah memberlakukan satu kali karantina wilayah ketika infeksi Covid-19 meningkat secara tiba-tiba pada bulan Agustus. Bisnis, sekolah, dan masjid ditutup.

Menteri Sains dan Teknologi Israel Izhar Shay mengatakan bantuan kemanusiaan internasional akan diizinkan untuk mencapai Gaza, tetapi memperingatkan bahwa pemerintahnya "tidak memberikan `diskon untuk virus corona` kepada Hamas".

"Kami akan terus memberi respons jika [kami melihat hal itu] sesuai," katanya kepada Radio Angkatan Darat Israel. "Ini adalah tingkatan yang dapat kami pertahankan dalam konteks virus corona."

Dalam perkembangan lain, Israel berjanji untuk menyediakan hingga empat juta dosis vaksin Covid-19 untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza ketika vaksin tersedia, kata seorang pejabat senior dari Otoritas Palestina kepada surat kabar Israel Hayom.

Pejabat itu mengatakan bahwa dalam setiap perjanjian yang ditandatangani Israel dengan perusahaan vaksin, disepakati bahwa sejumlah vaksin akan disisihkan untuk wilayah Palestina.