Layanan Kesehatan Primer Penting untuk Memecahkan Masalah Terkait COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Di masa pandemi COVID-19 layanan kesehatan primer seperti Puskesmas, Poskesdes, dan Posyandu menjadi sangat penting.

Pasalnya, layanan kesehatan primer menjadi tempat yang terjangkau oleh masyarakat dan menjadi tempat terjadinya kerja sama antara masyarakat dengan tenaga kesehatan.

Di Puskesmas, masyarakat juga dapat membantu layanan kesehatan dengan berperan sebagai surveilans berbasis komunitas.

Menurut Senior Advisor on Gender and Youth of the WHO, Diah Saminarsih, surveilans berbasis komunitas menjadi aset yang sangat besar di masa pandemi COVID-19.

Selain itu, layanan kesehatan primer juga menjadi bagian dari reformasi sistem kesehatan nasional.

“Kalau layanan kesehatan primernya tidak kuat maka skenario (reformasi kesehatan nasional) tidak akan terjadi,” ujar Diah dalam webinar CISDI, Jumat (18/12/2020).

Puskesmas Jadi Jawaban Masalah 3M

Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer juga dapat menjadi jawaban dari masalah penerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Puskesmas menjadi tempat untuk mengedukasi masyarakat terkait 3M dan dapat menjadi tempat mendaratnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang lain terkait kesehatan.

“Jadi, kalau ada kebijakan 3M dari pemerintah kan itu harus ada tempat mendaratnya, jadi itu mendaratnya di Puskesmas, di situlah kita mengajak, memberi contoh, sekaligus menyelesaikan masalah 3M.”

Penerapan 3M menjadi sulit karena adanya berbagai variasi di tingkat komunitas. Hal ini tergantung pada literasi kesehatan di masing-masing kesehatan.

Mengingat, dalam suatu komunitas ada individu yang dapat mengerti segala ketentuan 3M dengan mudah namun ada pula yang perlu diberi pengertian lebih dalam terkait pentingnya 3M.

“Wabah ini kan terjadi di tingkat komunitas, teman kita bahkan keluarga kita sendiri. Di situ lah Puskesmas sangat berperan.”

Kendala di Puskesmas

Puskesmas sangat penting dalam mengedukasi masyarakat dan memastikan bahwa suatu komunitas tidak terinfeksi COVID-19, namun kenyataannya tidak semua masyarakat mengerti hal tersebut.

Menurut laporan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) beberapa petugas kesehatan dari Puskesmas yang hendak memeriksa masyarakat malah mendapat stigma negatif.

Masyarakat seolah tidak mau berurusan dengan tenaga kesehatan dan cenderung menghindar. Bahkan, kontak tenaga kesehatan diblokir dan semakin menyulitkan proses edukasi dan pemeriksaan.

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan COVID-19

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini: