Layanan MRT terhambat akibat gangguan daya pada Gardu Traksi Cipete

Layanan MRT Jakarta terhambat akibat adanya gangguan daya pada Gardu Traksi (Traction Substation/TSS) Cipete Raya pada Kamis.

Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendi Alhial mengatakan gangguan daya baru diketahui setelah investigasi menyeluruh atas kejadian yang menyebabkan keterlambatan pada jadwal layanan pukul 08.17 WIB dan 09.30 WIB.

"Dari hasil pengecekan, telah ditemukan adanya gangguan daya (power) di jalur utama (main line) pada Traction Substation (TSS) Cipete Raya. Sebagai tindak lanjut saat ini telah dilakukan perbaikan terhadap kerusakan tersebut," kata Rendi dalam keterangan di Jakarta, Kamis petang.

Dengan telah dilakukannya perbaikan, lanjut dia, gardu traksi di Cipete Raya saat ini sudah dalam kondisi normal sehingga operasional pun dapat dilakukan seperti sedia kala.

"Traction Substation (TSS) Cipete Raya sudah dalam kondisi normal dan jadwal operasional MRT Jakarta telah berjalan kembali sesuai jadwal sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan layanan MRT Jakarta," ucap dia.

Adapun saat ini, kata dia, layanan operasional MRT yang berlaku, yaitu hingga pukul 23.00 WIB dan rentang waktu keberangkatan antar-rangkaian kereta (headway) lima menit pada waktu sibuk (17.00—19.00) dan 10 menit di luar waktu sibuk.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari gangguan ini dan senantiasa memastikan keamanan dan keselamatan pengguna jasa MRT Jakarta tetap terjaga sebagai prioritas utama," ucapnya.

Diketahui pada Kamis ini, para pengguna MRT Jakarta melalui media sosial mengeluhkan lambannya perjalanan kereta dan waktu berhenti di setiap stasiun.

Hingga akhir Mei lalu, MRT Jakarta masih mencatatkan tingkat ketepatan waktu tempuh kereta per lintas sebesar 99,96 persen, ketepatan waktu berhenti di stasiun 99,98 persen dan ketepatan waktu kedatangan kereta di stasiun sebesar 99,95 persen.

Baca juga: MRT Jakarta dalami penyebab gangguan operasional kereta
Baca juga: Fase dua jalur MRT Putrajaya diperkirakan beroperasi Januari 2023
Baca juga: FDTJ: Tarif integrasi dapat diperluas hingga layanan bus perumahan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel