Layanan Pengobatan Kanker Menurun di 2020, Wamenkes Sebut Efek Pandemi COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa pembiayaan bagi pelayanan kanker di Indonesia menelan biaya yang sangat tinggi.

Dalam webinar Hari Kanker Sedunia 2021, Dante mengungkapkan bahwa data dari BPJS Kesehatan di 2019, 2,7 juta kasus kanker yang dilayani memakan biaya hingga 4,1 triliun rupiah.

Sementara di tahun 2020, BPJS Kesehatan melaporkan bahwa 2,5 juta kasus kanker yang dilayani menelan biaya hingga 3,5 triliun rupiah.

Dante mengatakan, menurunnya angka kasus kanker yang mendapatkan pelayanan dan terlaporkan di BPJS Kesehatan kemungkinan juga terpengaruh akibat adanya pandemi COVID-19.

"Mungkin kasusnya lebih banyak daripada ini, tetapi karena masa pandemi di tahun 2020, sehingga banyak pasien-pasien kanker yang mungkin harusnya dilayani tetapi tidak ingin berobat ke rumah sakit, sehingga seolah-olah angka layanannya turun,' kata Dante.

Penyebab Kematian Terbesar Kedua

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono melakukan sidak ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta sekaligus jumpa pers terkait antisipasi lonjakan pasien COVID-19 pada 25 Desember 2020. (Dok Kementerian Kesehatan RI)
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono melakukan sidak ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta sekaligus jumpa pers terkait antisipasi lonjakan pasien COVID-19 pada 25 Desember 2020. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Di kesempatan itu, Dante kembali mengingatkan bahwa kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di Indonesia, setelah penyakit jantung koroner.

"9,7 persen kematian akibat penyakit tidak menular adalah kanker," kata Dante.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2018, Globocan 2018, dan IHME 2017, kanker payudara menjadi kanker tertinggi yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia dengan angka mencapai 16,8 persen.

Kanker lain yang juga dilaporkan paling tinggi di Tanah Air adalah: serviks (9,3 persen), paru-paru (8,6 persen), kolorektum (8,6 persen), dan liver (5,3 persen).

"Angka ini memprihatinkan dan memberi atensi pada kita bahwa kanker masih menjadi masalah prioritas pada penanganan kegiatan, praktik sehari-hari di tempat kita," ujar Dante. Menurutnya, ini harus menjadi perhatian semua elemen masyarakat baik medis maupun non-medis.

Infografis 5 Saran Dokter untuk Penyintas Covid-19

Infografis 5 Saran Dokter untuk Penyintas Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 5 Saran Dokter untuk Penyintas Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini