Layanan Pertamina Selama Natal dan Tahun baru Tuai Apresiasi Komunitas Otomotif

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Layanan PT Pertamina saat libur Natal dan Tahun Baru dalam penyediaan bahan bakar minyak (BBM) serta layanan tambahan menuai apresiasi.

Apresiasi kali ini datang dari Komunitas otomotif Club Ayla Indonesia (CAI). "Penyediaan BBM lancar. Layanan mereka juga baik, termasuk dalam hal menjaga protokol kesehatan," kata Humas CAI Adjie Sambogo seperti melansir laman Antara, Selasa (29/12/2020).

Menurut dia, jumlah anggota CAI yang mudik tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebagai dampak pandemi COVID-19.

Pada 2019, sekitar 80 persen dari total 15 ribu anggota CAI di seluruh Indonesia memanfaatkan libur untuk pulang kampung, tahun ini berkurang lebih dari separuh.

Dari anggota CAI yang melakukan mudik, lanjutnya, pada umumnya memberikan kesan positif dan mengaku puas terhadap pelayanan BBM Pertamina termasuk kelancaran mengisi BBM.

"Anggota kami yang melakukan perjalanan dari Medan ke Bekasi juga mengaku ‘aman’. Semua lancar, termasuk soal penyediaan BBM," ujarnya.

Sementara itu Adjie yang mengadakan perjalanan dari Madiun ke Jakarta pada 27 Desember 2020 mengaku, bahwa sepanjang Tol Trans Jawa, semua lancar dan dilayani dengan baik, tidak ada antrean panjang pengisian BBM.

"Dalam perjalanan tersebut, saya mengisi mobil dengan Pertamax sebanyak dua kali. Pertama pada Km 519 di sekitar Sragen. Dan kedua, pada Km 250 di sekitar Brebes," ujarnya.

Menurut dia, kelancaran pelayanan di setiap SPBU tersebut tak lepas dari penerapan layanan pembayaran non tunai. Selain lebih aman dan menjaga protokol kesehatan, juga membuat layanan melalui aplikasi MyPertamina tersebut lebih cepat.

Dia mengatakan, hal yang juga membuat pelayanan lebih lancar karena setiap SPBU memberi keleluasaan dalam pembayaran. Misalnya, ketika ada konsumen yang belum siap menggunakan pembayaran non tunai, tetap mendapatkan pelayanan yang sigap dari petugas SPBU.

Untuk libur Natal dan Tahun Baru kali ini, Pertamina mengoptimalkan berbagai layanan tambahan. Selain digitalisasi berupa pembayaran non tunai melalui aplikasi MyPertamina, BUMN tersebut juga menempatkan Pertashop di beberapa titik di jalan tol Trans Jawa, layanan pesan antar melalui nomor kontak 135, serta menyiapkan mobil tangki tambahan di SPBU sepanjang jalan tol Trans Jawa.

5.518 SPBU Pertamina Resmi Terapkan Digitalisasi

Petugas SPBU Pertamina. Dok Pertamina
Petugas SPBU Pertamina. Dok Pertamina

Sebanyak 5.518 SPBU yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia kini resmi menerapkan digitalisasi. Penerapan digitalisasi di SPBU tersebut diresmikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arifin Tasrif secara virtual di Jakarta, Selasa, 29 Desember 2020.

Menteri ESDM Arifin Tasrif memberikan apresiasiatas kinerja Pertamina berhasil menuntaskan Program Transformasi Digital SPBU. Program ini dinilai salah satu jawaban dan jaminan untuk pelayanan Pertamina yang lebih baik lagi serta menyesuaikan dengan pola masyarakat modern saat ini.

“Digitalisasi SPBU merupakan sinergi yang sangat baik antara Pertamina dan Telkom sehingga menjadi salah satu pertanda pentingnya melakukan sinergi, terutama di era digital. Perkembangan digital harus diimplementasikan, salah satunya dengan melakukan digitalisasi agar penyaluran BBM lebih efektif dan menjamin subsidi agar tepat sasaran,” jelas Arifin.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan digitalisasi SPBU merupakan komitmen Pertamina untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga bisa lebih aman dan nyaman.

Selain itu, digitalisasi juga untuk memperkuat Pertamina dalam menjalankan penugasan Pemerintah mendistribusikan BBM ke seluruh pelosok negeri.

“Dengan selesainya program transformasi digitalisasi di SPBU Pertamina, maka salah satu amanah Pertamina yang terdapat di UU BUMN dan UU Energi, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjamin pasokan energi akan lebih ditingkatkan lagi. Dari seluruh aset yang dimiliki Pertamina, terdapat 5.518 SPBU yang telah terdigitalisasi dan terintegrasi, sehingga hari ini bisa memonitor seluruh transaksi dan stok level secara real time,” ujar Nicke.

Menurut Nicke, di era digital, kualitas data dan informasi adalah the new oil, sumber daya yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan, termasuk Pertamina.