Layanan Vaksinasi Grab dan Good Doctor Lampaui 5.000 Dosis di Bali

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Grab dan Good Doctor baru saja mengumumkan telah berhasil mencapai target vaksinasi untuk pekerja sektor pelayanan transportasi yang dilakukan pada Grab Vaccine Center di Nusa Dua Bali.

Capaian lebih cepat dari target semula, sebab keduanya telah menyuntikkan 5.134 dosis vaksin dalam waktu lima hari terhitung mulai 3 Maret 2021. Padahal, target semula adalah 5.000 dosis dalam tujuh hari.

Sebagai informasi, Grab dan Good Doctor merupakan mitra swasta dari Kementerian Kesehatan untuk menjalankan sentra vaksinasi drive-thru di Indonesia maupun Asia Tenggara.

Dengan capaian ini, Grab Vaccine Center di Bali telah berhasil memberikan vaksin pada rata-rata dua orang setiap tiga menit. Capaian ini disebut tidak lepas dari dedikasi 31 dokter dan perawat di area pra-registrasi, ditambah 16 dokter dan perawat di area drive-thru.

"Dengan tercapainya target kita lebih cepat dari yang diperkirakan, hal ini menunjukkan respons positif dari masyarakat untuk program vaksinasi ini," tutur Managing Director Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana dalam keterangan resmi, Senin (8/3/2021).

Untuk diketahui, Grab Vaccine Center pertama kali beroperasi di Bali, sebab daerah ini merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak Covid-19 di bidang industri pariwisata.

Proses vaksinasi sendiri dimulai pada 27 Februari hingga 5 Maret 2021 untuk gelombang pertama. Sementara gelombang kedua dilakukan pada 13 hingga 19 Maret 2021.

"Di hari keenam sejak Grab Vaccine Center mulai beroperasi, kami bahkan sudah mencapai 5.492 suntikan dengan persentase total 109,84 persen dari target 5.000 suntikan," tutur President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Kemenkes dan Kemenpar RI Gelar Vaksinasi COVID-19 Drive Thru untuk Pulihkan Pariwisata

Vaksin COVID-19 Pfizer Inc and BioNTech dipotret di Rumah Sakit Anak Rady, San Diego, California, Amerika Serikat, 15 Desember 2020. Vaksin COVID-19 buatan Pfizer telah mendapat otorisasi darurat di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, dan Meksiko. (ARIANA DREHSLER/AFP)
Vaksin COVID-19 Pfizer Inc and BioNTech dipotret di Rumah Sakit Anak Rady, San Diego, California, Amerika Serikat, 15 Desember 2020. Vaksin COVID-19 buatan Pfizer telah mendapat otorisasi darurat di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, dan Meksiko. (ARIANA DREHSLER/AFP)

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Grab Indonesia dan Good Doctor Technology Indonesia menggelar vaksinasi COVID-19 massal sebagai upaya penulihan destinasi wisata di Indonesia, khususnya Bali.

Vaksinasi massal tersebut ditujukan bagi 5.000 pelaku pariwisata, mitra transportasi online maupun angkutan umum dan akan berlangsung selama sepekan.

Kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam pelaksanaan program vaksinasi ini diharapkan dapat memperluas cakupan vaksinasi, sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity bisa cepat tercapai.

Di Bali, Grab dan Good Doctor mendirikan pusat vaksinasi di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan bekerja sama dengan beberapa dinas provinsi terkait seperti dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, danalinnya. Kagiatan vaksinasi massal di Bali ini juga ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Ini tidak mungkin bisa saya atau Kementerian Kesehatan lakukan sendiri, tetapi harus bersama teman-teman semua. Untuk itu, dalam pelaksanannya harus melibatkan seluruh komponen bangsa agar cakupan vaksinasi bisa dipercepat dan diperluas,” kata Menkes, mengutip laman Sehat Negeriku.

Budi Gunadi mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat. Ia berharap kolaborasi dan sinergisitas lintas sektor maupun program bisa terus dibangun di masa depan.

“Terima kasih kepada Grab dan Good Doctor yang sudah menjadi mitra pertama dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19, saya berharap kemitraan-kemitraan seperti ini semakin terbangun, karena dengan melibatkan seluruh komponen bangsa maka semakin banyak yang terlindungi,” ungkapnya.

Menggabungkan Dua Metode

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, kegiatan vaksinasi COVID-19 kali ini dilakukan dengan menggabungkan dua metode yakni “walk-in” dan “drive-thru”, yang mana metode ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kedua metode tersebut agar bisa menyasar seluruh elemen masyarakat.

“Kami melakukan dua metode itu karena kami ingin mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat, ini sesuai dengan prinsip kami yang inklusif,” kata Neneng.

Selain itu, adanya layanan ini semakin mempermudah sasaran karena tidak perlu keluar dari mobil. Pada tahap registrasi, peserta hanya menyerahkan KTP untuk diverifikasi serta mengisi lembar skrining.

Selanjutnya, kendaraan diarahkan menuju zona skrining kesehatan. Pada tahap ini, dilakukan pemeriksaan dasar seperti cek suhu, tekanan darah serta diberikan beberapa tambahan pertanyaan.

Jika dinilai layak, sasaran menuju ke area penyuntikan vaksin COVID-19. Setelah disuntik, sasaran selanjutnya menuju area observasi. Di lokasi ini telah disiagakan petugas kesehatan dan mini ICU. Apabila muncul gejala maupun reaksi tertentu, sasaran bisa memberikan peringatan dengan membunyikan klakson.

Setelah observasi dan tidak muncul gejala tertentu, selanjutnya sasaran bergerak ke area pengambilan sertifikat dan selanjutnya menunggu penyuntikan tahap kedua, 14 hari mendatang.

(Dam/Isk)