Lazada Apresiasi 6 Wirausaha Perempuan yang Buat Gebrakan di Ecommerce

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bersamaan dengan Hari Perempuan Sedunia, Lazada menyelenggarakan Lazada Women Awards perdananya. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi Lazada terhadap enam wirausaha perempuan di kawasan Asia Tenggara.

Penghargaan diberikan sebab perempuan dari enam negara berbeda, karena mereka dianggap telah melewati berbagai tantangan di kehidupan pribadi, komunitas, maupun budaya.

Selain itu, mereka juga dianggap telah menerapkan strategi berbeda dan mengaplikasikan ide baru saat membangun usaha online-nya.

Lazada sendiri membagi penghargaan ini dalam tiga kategori, yaitu Creative Seller Award, Enterprising Seller Award, dan Inspiring Seller Award.

"Para perempuan ini menemukan cara menarik dan unik dalam memanfaatkan platform Lazada, tidak hanya untuk membangun bisnis online, tapi juga sebagai sarana interaksi dengan pelanggan, membangun komunitas, sambil mendorong semangat komunitas di lingkungan sekitar," tutur CEO Lazada Group, Chun Li dalam keterangan resmi, Senin (8/3/2021).

Wirausaha perempuan asal Indonesia yang masuk dalam penghargaan ini adalah Hanna Suhardi. Dia mendapat penghargaan di kategori Inspiring Seller Award.

Penghargaan itu diperolehnya sebab Hanna sebagai pemilik Shopping Shoes diketahui telah memberdayakan lebih dari 100 penjahit di beberapa desa di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Hal itu dilakukan Hanna untuk memenuhi jumlah pesanan di tokonya yang mencapai ribuan dalam sebulan. Untuk mengetahui para pemenang penghargaan Lazada Forward Women Awards 2021, berikut ini daftar lengkapnya:

Creative Seller Award

  • Anne Ong, pemilik Anne’s Secret Recipes, Singapura

  • Pham Thi Xuan Hong, pemilik PinkShopGiayDep, Vietnam

Enterprising Seller Award

  • Georgianna Carlos, pemilik Fetch, Filipina

  • Lailla Thamnita, pemilik AggieHome, Thailand

Inspiring Seller Award

  • Hanna Suhardi, pemilik Shopping Shoes, Indonesia

  • Annie Chia, pemilik NLWK Florist, Malaysia

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Pertumbuhan Wirausaha Perempuan di Platform Digital

Ilustrasi Belanja Online, e-Commerce, eCommerce, Online Marketplace, Bisnis Online
Ilustrasi Belanja Online, e-Commerce, eCommerce, Online Marketplace, Bisnis Online

Lazada juga mencatat pertumbuhan dan akselerasi e-commerce yang stabil di Asia Tenggara ternyata diikuti dengan peningkatan jumlah wirausaha perempuan yang beralih ke platform ekonomi digital sebagai pilihan karir baru.

Ada beberapa faktor yang membuatnya demikian, seperti kenyamanan berbisnis dari rumah, rendahnya hambatan untuk memulai usaha, dan kemudahan mendaftarkan toko di platform seperti Lazada, termasuk kehadiran layanan hingga solusi bisnis untuk mereka.

Tantangan Terbesar UMKM Indonesia Menurut Studi Lazada

Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online. Kredit: athree23 via Pixabay
Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online. Kredit: athree23 via Pixabay

Di sisi lain, studi yang digelar oleh Lazada Indonesia (Lazada), bagian dari Lazada Group, menyatakan bahwa 87 persen UMKM di Indonesia belum terdigitalisasi. Selain itu, lebih dari separuh (65 persen) UMKM di kategori ini menyebut logistik sebagai salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan usaha mereka.

Sementara itu, 92 persen dari UMKM yang telah terdigitalisasi dan menggunakan platform eCommerce sepakat bahwa eCommerce sangat membantu kebutuhan logistik mereka. Studi bertajuk "Percepatan Ekonomi Digital Indonesia melalui eCommerce" tersebut didukung oleh konsultan manajemen YCP Solidiance.

"Misi Lazada adalah untuk mempercepat kemajuan ekonomi di Asia Tenggara melalui commerce dan teknologi. Hasil studi ini membantu kami memahami dukungan apa yang dapat kami lakukan untuk mendorong bisnis, khususnya UMKM, bertransformasi menuju penerapan ekonomi digital melalui dukungan teknologi canggih seperti solusi logistik yang holistik, pemberdayaan data, serta ekosistem eCommerce yang kami miliki," ujar Monika Rudijono, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia.

Situasi saat ini telah mendorong perubahan perilaku konsumen dan meningkatkan transaksi penjualan di platform digital, termasuk eCommerce.

Laporan e-Conomy SEA 2020 dari Google, Temasek, Bain & Company 2020 menyatakan, nilai ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2020 lalu mencapai USD 44 miliar.

Nilai itu, menurut laporan tersebut, diproyeksikan akan mencapai USD 124 milar pada tahun 2025 mendatang. Dalam hal ini, eCommerce menjalankan peran penting untuk menunjang percepatan perekonomian digital.

(Dam/Isk)