LBH APIK: Marzuki Alie Diskriminatif

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie, Selasa (6/3/2012) memberikan pernyataan yang menyakitkan perempuan. Marzuki Ali menyalahkan perempuan yang berpakaian tak pantas, seperti menggunakan rok mini sebagai penyebab terjadinya pelecehan seksual dan perkosaan.

Marzuki Ali memberikan pernyataan, "Kita tahu banyak sekali terjadinya perkosaan, kasus-kasus asusila itu, karena perempuannya tidak berpakaian yang pantas sehingga membuat hasrat laki-laki menjadi berubah. Itu yang harus dihindari. Namanya laki-laki, pakaian tidak pantas yang itu menarik laki-laki, akhirnya berbuat sesuatu."

Atas pernyataan tersebut, Federasi LBH APIK Indonesia mengecam pernyataan Marzuki Ali tersebut. Bagi Federasi LBH APIK Indonesia, sebagai pejabat publik Marzuki Ali tidak pantas sama sekali memberikan pernyataan yang menyakitkan perempuan tersebut.

"Pernyataan tersebut bagi Federasi LBH APIK Indonesia tidak hanya menyakiti perempuan yang dianggap sebagai penyebab terjadinya pelecehan dan perkosaan. Lebih dari itu pernyataan Marzuki Ali semakin mengukuhkan diskriminasi terhadap perempuan," kata Koordinator LBH Apik, Nursjahbani Katjasungkana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/3/2012).

Padahal, jelasnya,  UU No. 7 Tahun 1984 tentang Ratifikasi CEDAW (The Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women) telah memandatkan agar negara memastikan bahwa tidak ada diskriminasi terhadap perempuan. Marzuki Ali sebagai Ketua DPR RI bukannya melakukan upaya-upaya penghapusan diskriminasi tersebut, dia justeru semakin mengukuhkan diskriminasi dan memberikan contoh buruk kepada masayarakat.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.