LBH Progresif Minta Polisi Tangkap Investor Sawit

Tolitoli (ANTARA) - Lembaga Bantuan Hukum Progresif Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, meminta aparat kepolisian memproses hukum manajemen PT Satria Bangun Persada karena dalam aktfitasnya menebang kayu menggunakan bahan bakar minyak yang bersubsidi.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Progresif (LBHP) Abdul Razak, Kamis menegaskan di Tolitoli, polisi jangan tinggal diam karena penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh industri jelas melanggar aturan.

"Pelarangan sangat jelas sesuai surat edaran dari Kepala BPH MIgas nomor 613/07/Ka/BPH Migas/11/2010 tentang Bensin Premium dan Minyak Solar Non Subsidi," katanya.

Abdul Razak juga mengatakan bahwa Undang-Undang yang dikangkangi oleh PT Satria Bangun Persada (SBP) adalah UU nomor 22 tahun 2011 tentang minyak dan gas bumi.

Dalam aktifitasnya membuka lahan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Ogodeide, misalnya, manajemen PT SBP terindikasi menggunakan BBM bersubsidi yang diambil dari SPBU.

Pada pembukaan lahan tersebut, perusahaan kelapa sawit ini telah menggerakkan puluhan mesin gergaji rantai (chaisaw) untuk melakukan penebangan pohon di atas 100 hektare dari 7.000 hektare lahan calon perkebunan sawit. Chainsaw ini menggunakan minyak tanah.

"Polisi harus peka, jangan terkesan dibiarkan karena dirasakan sangat merugikan masyarakat sebab subsidi ini untuk masyarakat bukan untuk industri atau perkebunan," katanya.

Selain menggerakkan mesin pemotong kayu, teridentifikasi juga, kata Abdul Razak, penggunaan BBM bersubsidi untuk menggerakkan alat berat milik PT SBP yang ada di lokasi tersebut.

Di Kabupaten Tolitoli, lahan yang akan dijadikan perkebunan kelapa sawit seluas 20.000 hektare, tersebar di tiga kecamatan, yakni 3.000 hektare di Kecamatan Basidondo, 7.000 hektare di Ogodeide dan 10.000 hektare di Tolitoli Utara.

Namun yang sementara ini tergarap atau sudah dilakukan pembersihan lahan baru lokasi yang ada di Kecamatan Ogodeide.

Pelaksana PT SBP Aziz yang ditemui terpisah belum lama ini mengakui bahwa dalam aktifitas perusahaannya selama ini pihaknya telah menggunakan BBM bersubsidi.

Aziz mengungkapkan, BBM tersebut dibeli pada salah satu SPBU yang berlokasi di Desa Tambun, Kecamatan Baolan.

Namun katanya, pengambilan BBM bersubsidi pada SPBU sudah sudah mendapat persetujuan dari Depot Pertamina yang ada di Kabupaten Tolitoli.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.