LDA Turunkan Harga Sewa Tempat di Perayaan Sekaten Keraton Surakarta

Merdeka.com - Merdeka.com - Perayaan Sekaten di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali bergairah pasca 2 tahun vakum akibat pandemi Covid-19. Mulai Jumat malam ini tradisi Sekaten diawali dengan pasar malam di Alun Alun utara dan selatan. Ratusan pedagang dan pelaku UMKM lainnya ikut terlibat didalam kegiatan tersebut. Di sisi lain para pedagang kecil yang berjualan pernak pernik Sekaten sulit berkontribusi karena mahalnya sewa stan.

Tak ingin Sekaten dianggap yang menonjol hanya kegiatan untuk mencari uang, Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta akan mengembalikan ruh perayaan Sekaten sebagai acara peringatan Maulud Nabi Muhammad atau kelahiran Nabi Muhammad.

"Dengan harga sewa stan yang mahal sehingga banyak pedagang yang kemudian tidak bisa masuk. Untuk itu, kami memberikan jalan tengah bagi pedagang yang keberatan dengan mahalnya sewa stan," ujar Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat KPH Eddy Wirabhumi, Jumat (16/9).

Eddy mengatakan, untuk mengakomodasi para pedagang sektor UMKM, pihaknya telah mengajukan izin kepada Satgas Covid-19 dan kepolisian agar sebagian dari lokasi Sekaten bisa diselenggarakan oleh LDA.

"Untuk Alun-Alun Utara dan Selatan sudah dikelola pihak ketiga dan kami izin untuk mengelola yang Pagelaran. Harga sewanya lebih murah," jelasnya.

Dikatakan Eddy, untuk harga sewa stan di Pagelaran Keraton Surakarta hanya Rp4 juta. Bahkan untuk bagian belakang diperuntukkan bagi UMKM sebesar Rp500.000 yang bisa dibagi empat pedagang.

"Kita juga memberikan tempat di sekitar Pagelaran untuk pedagang kecil. Di sana juga akan ada mini zoo untuk mengenalkan binatang kepada anak-anak," katanya lagi.

"Kami juga akan kembalikan nuansa keagamaan mengembalikan ruh perayaan Sekaten. Dengan mengadakan acara kajian agama, seperti nanti tangga 1 Oktober kami mengundang dari Muhammadiyah akan bicara soal agama dan kebudayaan Jawa," imbuhnya.

Ketua LDA, GKR Wandansari atau Gusti Moeng menambahkan untuk menambah nuansa budaya, pihaknya memberikan kesempatan bagi sanggar-sanggar tari di sekitar keraton untuk tampil.

"Nanti ada juga stan makanan tradisional Kota Solo seperti sego liwet, jenang tumpang dan lainnya," ucapnya.

Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta akan dimulai, Jumat (15/9) hingga sebulan mendatang. Untuk puncak perayaan Sekaten adalah Grebeg Maulud. Yakni dengan keluarnya gunungan dari dalam Keraton Surakarta menuju Masjid Agung Solo. [fik]