Lebaran di Tengah Ancaman Gempuran Bom

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu hari tersuci dalam kalender Islam. Dengan mayoritas muslim, masyarakat Palestina di Jalur Gaza pun memaknai seperti itu.

Seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (13/5/2021), penduduk Palestina di Jalur Gaza bangun pagi untuk memperingati Idul Fitri. Mereka beramai-ramai merayakan Salat Id seperti juga dilakukan umat muslim lainnya di saat bLebaran.

Umat Muslim melaksanakan sholat Idul Fitri di luar masjid Kubah Batu di kompleks masjid Al-Aqsa, Yerusalem Tua (13/5/2021).  Beberapa malam bentrokan antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel, terutama di sekitar masjid Al-Aqsa, meningkat awal pekan ini. (AFP/Ahmad Gharabli)
Umat Muslim melaksanakan sholat Idul Fitri di luar masjid Kubah Batu di kompleks masjid Al-Aqsa, Yerusalem Tua (13/5/2021). Beberapa malam bentrokan antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel, terutama di sekitar masjid Al-Aqsa, meningkat awal pekan ini. (AFP/Ahmad Gharabli)

Namun, berbeda dengan belahan dunia lainnya, mereka harus merayakan Lebaran di tengah ancaman bom. Seperti diketahui, dalam tiga hari terakhir sebelum Hari Raya Idul Fitri, Jalur Gaza terus dibombardir serangan dan gempuran bom dari Israel yang tiada henti.

"Dari waktu ke waktu Anda mendengar ledakan keras, dan gedung-gedung terguncang," kata Safwat al-Kahlout dari Al Jazeera.

Wanita Palestina berfoto selfie di depan masjid Dome of the Rock setelah shalat Idul Fitri pagi, yang menandai akhir bulan suci Ramadhan, di kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Tua (13/5/2021). (AFP/Ahmad Gharabli)
Wanita Palestina berfoto selfie di depan masjid Dome of the Rock setelah shalat Idul Fitri pagi, yang menandai akhir bulan suci Ramadhan, di kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Tua (13/5/2021). (AFP/Ahmad Gharabli)

Bassem Issa, seorang komandan Hamas, Kelompok yang menguasai Jalur Gaza, tewas dalam serangan udara Israel bersama dengan anggota senior lainnya. Kantor keamanan nasional Hamas juga dilaporkan dilanda serangan Israel pada Kamis pagi.

Umat Muslim melaksanakan sholat Idul Fitri di luar masjid Kubah Batu di kompleks masjid Al-Aqsa, Yerusalem Tua (13/5/2021).  Rentetan tembakan roket dari Gaza dan serangan udara Israel yang mematikan sebagai pembalasan. (AFP/Ahmad Gharabli)
Umat Muslim melaksanakan sholat Idul Fitri di luar masjid Kubah Batu di kompleks masjid Al-Aqsa, Yerusalem Tua (13/5/2021). Rentetan tembakan roket dari Gaza dan serangan udara Israel yang mematikan sebagai pembalasan. (AFP/Ahmad Gharabli)

Sumber lokal mengatakan jet tempur Israel mengebom situs-situs milik kelompok bersenjata Palestina, selain gedung keamanan dan polisi.

Di lingkungan Tel al-Hawa Kota Gaza, seorang wanita hamil, Reema Telbani dan anaknya tewas dalam serangan Israel di rumah mereka. Pasangan lansia di lingkungan Sheikh Zayed di Gaza juga terkubur di bawah reruntuhan kediaman mereka, setelah serangan Israel.

Umat Muslim melaksanakan sholat Idul Fitri di luar masjid Kubah Batu di kompleks masjid Al-Aqsa, Yerusalem Tua (13/5/2021).  Rentetan tembakan roket dari Gaza dan serangan udara Israel yang mematikan sebagai pembalasan. (AFP/Ahmad Gharabli)
Umat Muslim melaksanakan sholat Idul Fitri di luar masjid Kubah Batu di kompleks masjid Al-Aqsa, Yerusalem Tua (13/5/2021). Rentetan tembakan roket dari Gaza dan serangan udara Israel yang mematikan sebagai pembalasan. (AFP/Ahmad Gharabli)

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak dimulainya serangan terbaru mencapai 69, termasuk 17 anak-anak dan delapan wanita pada Kamis pagi. Lebih dari 390 lainnya terluka.

Dua warga Palestina mengibarkan bendera nasional di depan masjid Kubah Batu di kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Tua selama sholat Idul Fitri pagi, yang menandai akhir bulan suci Ramadhan, (13/5/2021). (AFP/Ahmad Gharabli)
Dua warga Palestina mengibarkan bendera nasional di depan masjid Kubah Batu di kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Tua selama sholat Idul Fitri pagi, yang menandai akhir bulan suci Ramadhan, (13/5/2021). (AFP/Ahmad Gharabli)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel