Lebaran Saat Pandemi, Transaksi Transfer Uang di Bank Diproyeksi Naik

Raden Jihad Akbar

VIVA – Idul Fitri tahun ini berbeda karena Pandemi Virus Corona atau COVID-19. Pembatasan sosial hingga larangan mudik oleh pemerintah diperkirakan membuat penggunaan uang tunai pada masa Lebaran akan menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury memprediksi akan terjadi lonjakan transfer dana lewat aplikasi digital banking pada masa perayaan Lebaran yang tinggal hitungan hari lagi.

"Karena itu kami terus akan meningkatkan fitur dan performa digital banking BTN. Agar masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat dalam melakukan transaksi yang tidak harus datang ke bank" kata Pahala dikutip dari keterangannya Senin 18 Mei 2020.

Tanda-tanda peningkatan tersebut telah transaksi mobile banking BTN meningkat lebih dari 30 persen pada Maret 2020 dibanding posisi sama tahun lalu. Tercatat jumlah transaksi melalui mobile banking BTN sebanyak 5,7 juta transaksi sementara tahun 2019 tercatat 4,3 juta transaksi.

Namun, kebutuhan akan kesiapan uang tunai masih tetap sama menjadi kebutuhan yang perlu dipenuhi. BTN pun mengalokasikan dana senilai Rp12,15 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Jumlah dana tersebut dianggarkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai yang diprediksi akan meningkat di H-5 hingga H+3 setelah Idul Fitri atau kurang lebih 9 hari," tambahnya.

Pahala menjelaskan, meski sudah banyak masyarakat memanfaatkan transaki online melalui mobile banking atau ATM bank. Tetapi ada juga sebagian masyarakat yang memerlukan uang tunai karena ini manyangkut tradisi masyarakat Indonesia dalam menghadapi perayaan Idul Fitri.

"Itulah mengapa kami tetap mengantisipasi untuk menjawab kebutuhan itu dan BTN sudah siapkan Rp12,15 triliun yang dapat diakses langsung melalui ATM atau beberapa kantor cabang BTN yang buka secara terbatas," ungkapnya.

Lebih lanjut menurutnya, BTN akan mengalokasikan 30 persen dari dana yang disiapkan tersebut atau sekitar Rp3,64 triliun untuk ATM dan sisanya sekitar Rp8,50 triliun akan dilokasikan untuk kesiapan kas di Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas.

Selama pandemi COVID-19 berlangsung, menurut Pahala, beberapa kantor cabang BTN akan dibuka untuk melayani masyarakat namun tetap menyesuaikan dengan ketentuan layanan protokol kesehatan.

"Masyarakat masih ada yang mau datang ke bank dan kami tetap layani mereka dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, katanya.