Lebih Baik Menginap di SPBU dari Pada Beli Pertamax

Liputan6.com, Jakarta: Meski Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sudah mengumumkan premium habis, namun masyarakat tetap tak mau beli Pertamax. Masyarakat lebih memilih antre atau menginap demi mendapatkan premium daripada harus beli Pertamax.

"Walaupun Pertamina sudah sediakan Pertamax, Pertamak Plus, premium non subsidi dan solar non subsisidi, konsumen tetap membeli BBM bersubsidi, bahkan menginap. Ini sebuah fakta yang terjadi hampr di semua lokasi," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya dalam konferensi pers di Kantor Pertamina, Jakarta, Senin (26/11/2012).

Dengan melihat kondisi yang seperti itu, menurut Hanung itu artinya konsumen belum siap menggunakan BBM non PSO (non subsidi), sehingga antrean semakin panjang.  Kondisi ini makin menjadi jika Pertamina melakukan penjatahan BBM subsidi untuk SPBU.

"Jadi kami tegaskan tidak ada kelangkaan BBM, tapi kelangkaan BBM PSO (BBM Subsidi). Kejadian ini terjadi di banyak tempat," kata Hanung.

Pemerintah melalui Pertamina sendiri memutuskan perlunya melakukan pengendalian dengan penjatahan di SPBU agar kuota BBM subsidi tidak meleset atau melebihi target. Keputusan itu merupakan hasil rapat evaluasi penyaluran BBM subsidi pada 22 November 2012.

"Dari beberapa pilihan pengendalian, pemerintah menugaskan Pertamina untuk melakukan pengendalian BBM bersubsidi dengan sistem kitir (penjatahan) yaitu penjatahan secara proporsional di setiap provinsi sesuai dengan sisa kuota di bagi jumlah hari tersisa hingga akhir tahun," jelas Hanung.

Pengkitiran (penjatahan) itu bervariasi tingkat prosentasenya antara 1 persen hingga 35 persen sesuai dengan kuota yang terisisa di daerah terkait.

Berdasarkan data per 23 November 2012, selama dilakukan kitir telah terjadi penghematan solar rata-rata sebesar 13 persen dari proyeksi penyaluran normal periode tersebut dan 10 persen untuk premium. (IGW)