Lebih Bermakna, Ini 5 Tips Memberikan Anak Pujian yang Memberdayakan

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Sebagai orangtua, kita adalah penggemar terbesar anak-anak bukan? Itulah sebabnya banyak di antara kita yang cenderung memberikan pujian untuk anak.

Entah itu ketika anak pertama kali belajar naik sepeda, menciptakan mahakarya di kelas seni, nilai rapor yang bagus, atau sesederhana bisa mengikat tali sepatu mereka sendiri. Melihat perkembangan anak tentu membuat para orangtua terus memberikan pujian untuk anak.

Namun tahukah kamu, ada beberapa cara melontarkan kata-kata positif dan niat baik yang membuat si kecil merasa lebih bangga, percaya diri, dan termotivasi. Secara tidak langsung, pujian yang kamu berikan memberdayakan si kecil. Lantas apa saja itu? Melansir dari coolmompicks, berikut tips memberikan pujian untuk anak selengkapnya.

1. Puji karakter anak, bukan keterampilannya

Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/Gustavo Fring).
Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/Gustavo Fring).

Memuji karakter anak dengan spesifik seperti “Kamu sangat baik kepada anak yang jatuh di taman bermain itu,” bisa lebih berarti bagi sang anak daripada mengatakan “Kamu anak yang baik”.

Menunjukkan perilaku yang spesifik, positif, dan didorong secara emosional akan membuat anak berbuat hal baik lebik banyak lagi. Hal ini tentu membantu anak mengembangkan perilaku dan empati yang lebih positif terhadap orang lain.

Namun, bukan berarti kamu tidak boleh memuji keterampilan fisik anak. Puji mereka, tetapi jangan lupa memberikan anak dukungan untuk pilihan emosional yang positif dan interaksi sosialnya yang baik.

2. Fokus pada upayanya, bukan hasil

Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/Yan Krukov).
Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/Yan Krukov).

Alih-alih mengatakan, “Kamu pemain bola basket yang hebat!” coba katakan, “Kamu telah bekerja keras pada keterampilan mengoper bola. Kamu memainkan permainan yang hebat”.

Ketika orangtua mengucap pernyataan secara luas, anak tidak memiliki ketulusan tertentu. Hal ini juga dapat memberikan banyak tekanan pada anak saat ia berhasil maupun gagal.

Untuk itu, tekankan pada anak bahwa bekerja keras adalah yang terpenting, terlepas dari hasilnya.

3. Ketika anak memberi tahu tentang pencapaiannya, bantu ia memuji diri sendiri

Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/vlada karpovich).
Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/vlada karpovich).

Ketika mendapati anak menoreh sebuah prestasi, pasti kebanyakan orangtua mengatakan kata-kata yang terlalu umum. Seperti, “Kerja bagus, aku sangat bangga padamu!”.

Namun, alih-alih demikian orangtua sebaiknya mengatakan “Wow! Kamu pasti bangga pada diri sendiri”. Hal ini akan menjadi kunci kepercayaan diir anak tanpa harus mencari persetujuan orang lain.

Setelah kamu mendorong anak memuji dirinya sendiri, barulah orangtua bisa mengatakan kata-kata pujian pada sang buah hati.

4. Lakukan pengamatan dan komentar dengan cara yang membesarkan hati

Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/ketut subiyanto).
Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/ketut subiyanto).

Pengamatan yang mendorong seringkali lebih tulus daripada pujian yang netral dan memotivasi anak, terutama anak yang lebih kecil atau balita.

Jika anak kamu belajar mengikat sepatunya tanpa bantuan siapa pun, kamu bisa berkata sambil tersenyum, “Kamu bisa mengikat tali sepatumu sendiri!”. Dengan mengulangi kata-kata ini, maka kamu bisa memuji anak dengan cara yang lebih konstruktif.

5. Ketika menemukan kegagalan, bersikaplah nyata dan akui perasaan anak

Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/ba phi).
Memberikan pujian pada anak secara berlebihan juga tidak baik. Begini tipsnya agar lebih bermakna dan memberdayakan. (FOTO: Pexels/ba phi).

Jangan khawatir bila mendapati anak sedih karena menghadapi kegagalan. Alih-alih memberinya pujian positif seperti, “Kamu luar biasa!”, bersikaplah nyata dan aku bagaimana perasaannya seperti, “Maaf, kamu mengalami kesulitan di sana. Itu pasti terasa sedikit tidak nyaman. Tetapi dengan kesalahan sekecil itu, kamu masih menyenangkan untuk ditonton”

Adele Faber dan Elaine Mazlish, penulis pengasuhan saya Alkitab Cara Bicara Jadi Anak Will Dengar & Dengar Jadi Anak Will Bicara, dan sosial psikolog Dr Susan Newman, memiliki beberapa pemikiran yang besar pada pujian yang efektif.

Mereka, dan pakar pengasuhan anak lainnya, memberikan saran tentang pujian yang bermanfaat vs. yang tidak membantu. Dan beberapa ahli bahkan memperingatkan bahwa ketika kita memuji secara berlebihan, atau secara konsisten memuji dan memuji anak-anak kita atas pencapaian yang sebenarnya bukan pencapaian yang sebenarnya (bahkan dengan situasi seperti seorang anak merapikan tempat tidurnya setiap pagi), kata-kata kita kurang tulus dan dapat menjadi kontraproduktif.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel