Lebih Besar Dibanding 2021, Simak Besaran THR Tahun Ini

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tahun ini pemerintah akan membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ke-13 untuk aparatur negara, pensiunan dan TNI/Polri. Adapun komposisinya yakni gaji dan pensiunan pokok ditambah tunjangan yang melekat pada gaji seperti tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural/fungsional/umum.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan tambahan 50 persen tunjangan kinerja per bulan bagi yang mendapatkan tunjangan kinerja. "Jadi besarannya ini lebih besar dari tahun 2021 karena THR dan gaji ke-13 ini diberikan ke ASN di pusat dan daerah termasuk TNI dan Polri," kata Sri Mulyani di Jakarta, Sabtu (16/4).

Sri Mulyani mengatakan tambahan bonus tunjangan kinerja bagi ASN daerah paling banyak 50 persen. Sebab sumber pendanaannya berasal dari APBD. Sehingga perlu memperhatikan kemampuan dan kapasitas fiskal daerah masing-masing yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Buat daerah ini 50 persen ini paling banyak, tentu perhatikan kemampuan fiskal masing-masing daerah," kata Sri Mulyani.

Pemberian THR ini rencananya akan mulai dicairkan pada H-10 lebaran. Sehingga kementerian/lembaga dapat mengajukan SPM ke KPPN mulai tanggal 18 April 2022 dan dapat dicairkan dengan mekanisme yang berlaku.

"Pencairan THR direncanakan dimulai pada periode H-10 Idulfitri," kata dia.

Meski begitu, Sri Mulyani mengizinkan bagi kementerian/lembaga atau pemerintah daerah yang menunda pembayaran THR sepanjang kendalanya hanya hal-hal teknis saja. Namun dia berharap bisa diberikan sebelum perayaan lebaran.

"THR yang belum bisa dibayarkan karena teknis sampai sebelum hari raya, THR bisa dibayarkan setelah Idulfitri tapi kita harap ini dibayarkan sebelum Idulfitri," kata dia.

Sumber Anggaran THR dan Gaji Ke-13

Adapun pemberian THR ini akan diberikan kepada ASN Pusat sebanyak 1,8 juta pegawai. Anggaran yang telah disiapkan sebanyak Rp 10,3 triliun dari anggaran kementerian/lembaga dan TNI/Polri.

"Ini sudah ada dalam anggaran masing-masing kementerian/lembaga," kata dia.

Untuk ASN di daerah sebanyak 3,7 juta pegawai, termasuk didalamnya untuk PPPK. Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 15 triliun.

Sri Mulyani mengatakan, dana THR dan gaji ke-13 ini bisa ditambahkan dari APBD TA 2022 yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing fiskal Pemda dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pensiunan yang akan menerima THR tahun 2022 sebanyak 3,3 juta orang dengan anggaran Rp 9 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari bendahara umum negara. [ags]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel