Lebih Cepat 6 Tahun, Jokowi Ingin Hapus Kemiskinan Ekstrem di 2024

Merdeka.com - Merdeka.com - Pertemuan konferensi tingkat tinggi atau KTT G20 Bali pada 15-16 November 2022 berjalan lancar, dan sukses menghasilkan Leaders' Declaration dari para kepala negara G20. Salah satu misi dari deklarasi pemimpin itu adalah mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs 2030.

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta mengatakan, tujuan SDGs itu selaras dengan cita-cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menghapus tingkat kemiskinan ekstrem.

Arif menyatakan, Jokowi bahkan berkomitmen kuat ingin melakukan manuver lebih terhadap kesepakatan itu, dengan mengakselerasi penghapusan zero extreem poverty 6 tahun lebih cepat.

"Bapak Presiden Jokowi juga sudah mengeluarkan Inpres Nomor 4/2022 ini, terkait dengan penghapusan kemiskinan ekstrem ini menjadi nol di tahun 2024 yang akan datang," kata Arif dalam sesi bincang media bersama DPR RI, Kamis (17/11).

Adapun menurut Leaders' Declaration Bali, Arif menyebut goals terhadap SDGs itu bersifat jangka menengah sampai 2030. Namun, Jokowi ingin mempercepatnya di akhir masa jabatannya, khususnya untuk penghapusan kemiskinan ekstrem.

"Jadi arahan bapak Presiden sendiri, percepatan lebih awal 6 tahun dibanding komitmen awal SDGs," tegas Arif.

Menurut catatannya, angka kemiskinan ekstrem per Maret 2022 di Indonesia kurang lebih sekitar 2 persen dari total populasi.

"Jadi Insya Allah kalau ini bisa diturunkan setiap tahun kurang lebih 1 persen, maka kemudian cita-cita untuk hapus kemiskinan ekstrem di tahun 2024 adalah sesuatu yang bisa terjadi," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]