Lebih dari 100 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar Terdistribusi dengan Helikopter

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan transportasi udara mengefektifkan pengiriman bantuan ke wilayah-wilayah terisolir pasca gempa Magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat. BNPB mengoptimalkan penggunaan beberapa helikopter yang mendistribusikan bantuan hingga mencapai lebih dari 100 ton hingga Sabtu, (30/1/2021).

BNPB mencatat sejumlah helikopter mendukung operasi pengiriman bantuan melalui udara. Sejak awal operasi penanganan darurat hingga saat ini, total barang terdistribusi sebanyak 117.000 kg. Hari ini, 30 Januari 2021 BNPB menggunakan helikopter dengan rotor ganda untuk mendistribusikan total berat bantuan 9.600 kg ke Desa Panggalo dan Desa Pangasaan.

Seperti dikutip dari siaran pers BNPB, berikut ini jenis helikopter dengan jumlah total bantuan terdistribusi, antara lain Mi-8 berkode RA-24699 sebanyak 65.200 kg (23 sorti), Chinook CH-47D sebanyak 20.200 kg (4 sorti), Eurocopter (EC) 130B4/PK – URR sebanyak 17.100 kg (44 sorti), EC 155/ PK TPF sebanyak 7.300 kg (13 sorti), Super Puma H-3213 dengan total 6.000 kg (6 sorti) dan PK – KIE sebanyak 1.200 kg (4 sorti).

Sedangkan pada hari ini, sebanyak 14 sorti bantuan didistribusikan dengan beberapa helikopter yang mengudara dari Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju. Helikopter yang beroperasi EC 130B4 sebanyak 5 sorti di wilayah Desa Paku, Desa Pangasaan, Desa Takaurangan, Desa Sambuba, Desa Lomboto Rambu. Total bantuan yang diterjunkan di beberapa desa ini mencapai 1.600 kg.

Helikopter jenis Mi-8 kode RA – 24699 mengangkut total 9.900 kg bantuan yang terdistribusi ke Desa Paku, Desa Lemo-Lemo dan Desa Bambangan. Pendistribusian dilakukan dengan dua kali sorti.

Operasikan 4 Helikopter

Selanjutnya helikopter EC 155 dengan 4 sorti menuju Desa Taukong, Desa Popenga dan Lemo-Lemo, Desa Makula dan Desa Kabiraan. Total berat bantuan ke wilayah tersebut mencapai 2.000 kg.

Selama penanganan darurat gempa M6,2 di Sulawesi Barat, BNPB mengoperasikan empat helikopter yang tidak hanya berfungsi untuk mengangkut barang bantuan tetapi juga survei kerusakan dan mobilisasi personel, termasuk tenaga medis yang dibutuhkan warga di desa-desa terisolir.

Saksikan video pilihan di bawah ini: