Lebih dari 12 Jam, Putri Candrawathi Bakal Dilanjutkan Pekan Depan

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Bareskrim Polri memutuskan menunda pemeriksaan terhadap Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi selaku tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J untuk kembali dilanjutkan pada Rabu (31/8) pekan depan.

Padahal, pemeriksaan kepada Istri Sambo itu telah berlangsung lebih dari 12 jam sejak pukul 10.48 Wib, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"Untuk pemeriksaan saudari PC pada malam hari ini dihentikan karena sudah terlalu malam. Dan pemeriksaan masih akan dilanjutkan, jadi masih belum cukup, pada hari rabu tanggal 31 Agustus," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (26/8).

Adapun nanti, lanjut Dedi, hasil pemeriksaan kepada Putri akan disampaikan langsung oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi usai merampungkan pemeriksaan.

"Kemudian hasilnya akan disampaikan tapi bukan saya yg menyampaikan, tapi langsung pak Dirtipidum. Karena dari uji materi dari penyidik yang menguasai," ujarnya.

Adapun kedatangan Putri dalam pemeriksaan hari ini, sempat diwarnai kucing-kucingan dengan awak media. Ketika hendak turun dari mobil Kijang Innova namun yang bersangkutan malah memutar kembali dan batal masuk.

Hingga akhirnya, Putri pun sempat masuk ke lobi Bareskrim Polri melalui pintu depan, dan luput dari awak media yang pada waktu bersamaan sedang melangsungkan wawancara terhadap tim kuasa hukum, Arman Hanis.

Putri datang memakai pakaian kerudung hitam serta busana baju hitam langsung masuk ke Lobi Depan Gedung Bareskrim Polri, dengan didampingi sejumlah tim kuasa hukum tanpa melontarkan sepatah katapun.

"Iya (Putri datang)," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi.

Dengan wajah Putri yang tertutup masker hitam, sambil menunduk dia masuk ke dalam gedung Bareskrim untuk menjalani tes kesehatan sebelum diperiksa penyidik.

"Yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan kesehatan, sebelum pemeriksaan (sebagai tersangka)," kata Andi.

Kemunculan Putri di depan publik merupakan kali kedua. Setelah sebelumnya saat ia menjenguk Ferdy Sambo di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Putri menghadiri pemanggilan penyidik setelah mengirimkan surat sakit selama sepekan ke belakang. Kondisinya disebut-sebut terguncang pasca peristiwa di Magelang dan Duren Tiga, Jakarta Selatan lalu.

Putri Tersangka

Sebelumnya, Polri telah menetapkan istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Penetapan tersangka seusai penyidik menemukan rekaman CCTV yang sempat dikabarkan hilang.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, setidaknya sudah ada 52 orang diperiksa oleh Timsus dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Bahkan, polisi berhasil menemukan CCTV yang menjadi kunci penetapan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

"Alhamudlillah CCTV yang sangat vital menggambarkan situasi sebelum, sesaat dan setelah kejadian. Kami temukan dengan sejumlah tindakan penyidik dari hasil penyelidikan tersebut. Tadi malam sampai pagi sudah dilakukan sejumlah pemeriksaan tadi disampaikan bahwa ibu PC ditetapkan tersangka," jelas Andi Rian di Mabes Polri, Jumat (19/8).

Putri dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

Dengan ditetapkan Putri sebagai tersangka, maka total ada lima tersangka pembunuhan Brigadir J. Empat tersangka lainnya, yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo Kuwat Maruf. [fik]