Lebih dari 50 persen pemain fighting game telah merusak pengalaman bermain online

Verdi Hendrawan
·Bacaan 2 menit

Komunitas fighting game mendapatkan penjelasan mengejutkan akhir pekan lalu setelah menyaksikkan live streaming Japan Fighting Game Publishers Roundtable. Para panel yang berasal dari berbagai developer judul fighting game mengungkap banyak hal yang kini tengah terjadi.

Japan Fighting Game Publishers Roundtable mengumpulkan beberapa nama besar di FGC. Diskusi mereka mengungkapkan berita menarik, pembaruan yang telah dinantikan, dan wawasan situasi terkini dari genre fighting game.

Roundtable ini juga meminta kepada setiap developer platform untuk membagikan beberapa konten mereka yang akan datang. Sepanjang streaming berlangsung, perwakilan dari Capcom, Bandai Namco, Arc System Works, SNK, Arika, dan Koei Tecmo silih berganti menyoroti fitur dan karakter baru yang dapat dinantikan oleh penggemar.

Mereka juga membahas topik soal koneksi online yang dimiliki pemain di era fighting game kompetitif saat ini. Faktanya, dikarenakan oleh sebagian besar komunitas telah beralih ke permainan online, Direktur Tekken, Katsuhiro Harada, mengamati bahwa ada lebih dari 50 persen pemain fighting game masih menggunakan koneksi Wi-Fi untuk pertandingan mereka.

Harada menyebutkan bahwa sebagian besar pengguna Wi-Fi ini menggunakan konsol dan kualitas koneksi yang jauh lebih baik di PC. Namun faktanya adalah lebih dari 50 persen pemain menggunakan koneksi yang kurang optimal dan bisa menjadi alasan utama mengapa matchmaking online menjadi sangat mengkhawatirkan.

Informasi ini diperoleh Bandai Namco, setelah tim pengembang mereka mempelajari ketidakkonsistenan koneksi di Tekken 7, Soul Calibur 6, dan Dragon Ball FighterZ. Meskipun genre lain dapat berfungsi dengan baik menggunakan WiFi, tetapi fighting game memerlukan koneksi online yang optimal karena sangta sensitif di setiap frame permainan.

Bandai Namco juga telah menyatakan niat mereka untuk memasukkan indikator Wi-Fi ke Tekken 7 yang akan memberi pemahaman yang lebih baik kepada para pemain online tentang jenis koneksi mereka dan lawannya.

Hal ini akan sangat membantu setiap pemain dalam memutuskan apakah mereka ingin melawan seseorang dengan koneksi di bawah standar atau tidak.

BACA JUGA: Sejarah Street Fighter, fighting game yang telah berumur lebih dari 3 dekade