WHO: Lebih Dari 550 Kasus Cacar Monyet Ditemukan di 30 Negara

Merdeka.com - Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini mencatat ada lebih dari 550 kasus cacar monyet di seluruh dunia. Hal ini disampaikan ketua teknis kelompok cacar monyet, Rosamund Lewis.

"Kami sebenarnya hari ini mendata lebih dari 550 kasus terkonfirmasi di 30 negara di empat dari enam kawasan WHO," jelasnya, dikutip dari CNN, Rabu (1/6).

"Apa yang kami lihat saat ini sangat berbeda," ujarnya, menambahkan hal ini karena wabah cacar monyet terjadi di berbagai tempat sekaligus.

"Kami melihat semua kasus muncul dalam periode waktu yang relatif singkat. Kami melihat itu dalam beberapa hari, dalam beberapa minggu, kami melihat ada lebih dari 500 kasus. Ini berbeda. Ini belum pernah terlihat sebelumnya."

Dalam laporan akhir pekan, WHO mengatakan sampai Kamis pekan lalu, pihaknya menerima 257 kasus cacar monyet terkonfirmasi dan sekitar 120 kasus suspek di 23 negara di mana virus ini bukan endemik.

Lewis mengatakan WHO tidak tahu sumber wabah ini dan meminta sejumlah negara untuk mencegah kasus meluas menjadi wabah yang lebih besar.

WHO mengatakan tingkat risiko kesehatan masyarakat global ini moderat. Namun badan kesehatan PBB ini juga memperingatkan risiko kesehatan bisa tinggi jika virus terus berkembang menjadi patogen manusia dan menyebar ke kelompok yang berisiko tinggi terkena penyakit parah seperti anak kecil dan orang yang mengalami masalah imun atau kekebalan.

WHO mendesak layanan kesehatan memantau dengan cermat orang yang mengalami gejala seperti ruam, demam, sakit kepala, sakit punggung, nyeri otot, lesu, dan pembengkakan kelenjar getah bening dan melakukan tes bagi siapapun yang mengalami gejala-gejala tersebut. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel