Lebih dari Setengah Populasi Orang Dewasa India Sudah Suntik Dosis Pertama Vaksin COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New Delhi - Lebih dari setengah populasi India -- sekitar 473 juta orang -- telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19, demikian disebutkan dalam data resmi.

India telah meningkatkan upaya vaksinasinya guna mencegah gelombang ketiga infeksi COVID-19, dikutip dari laman BBC, Jumat (27/8/2021).

Sejauh ini India telah memberikan lebih dari 610 juta dosis tiga vaksin yang disetujui. Yaitu Covishield, Covaxin dan Sputnik V.

Pemerintah punya target untuk memvaksinasi semua orang India pada akhir tahun ini.

India telah melaporkan lebih dari 32 juta kasus COVID-19 kedua setelah AS. Negara ini berada di posisi ketiga di dunia yang mencatat lebih dari 400.000 kematian, setelah AS dan Brasil.

Sejak 16 Januari, India telah memberikan lebih dari 610 juta dosis vaksin.

Sekitar 473 juta orang telah menerima dosis pertama dan 138 juta lainnya atau lebih telah menerima dosis kedua.

India telah memberikan 5,3 juta suntikan setiap hari rata-rata selama sekitar satu bulan, menurut Dr Rijo M John, seorang ekonom kesehatan.

"Rata-rata harian ini jauh dari apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan target tahun ini. Saya sedikit pesimis target memvaksinasi semua orang dewasa pada akhir tahun bisa terwujud," kata Dr John kepada BBC.

Para ahli mengatakan, India perlu memberikan lebih dari 10 juta dosis sehari untuk menyuntik sepenuhnya semua orang dewasa yang memenuhi syarat jika ingin target awal tercapai.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

India Disebut Sudah Masuki Endemi COVID-19

Petugas kesehatan memberikan vaksin Covaxin ketika ratusan orang berbaris untuk menerima dosis kedua di stadion kota di Hyderabad, Kamis (29/7/2021). India pada Kamis mencatat 43.509 kasus baru virus corona dalam 24 jam sebelumnya, sehingga totalnya mencapai 31,53 juta. (AP Photo/Mahesh Kumar A.)
Petugas kesehatan memberikan vaksin Covaxin ketika ratusan orang berbaris untuk menerima dosis kedua di stadion kota di Hyderabad, Kamis (29/7/2021). India pada Kamis mencatat 43.509 kasus baru virus corona dalam 24 jam sebelumnya, sehingga totalnya mencapai 31,53 juta. (AP Photo/Mahesh Kumar A.)

Seorang ilmuwan top dari WHO baru-baru ini mengatakan bahwa India mungkin telah mencapai tahap endemi COVID-19.

Dr Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada hari Selasa mengatakan bahwa India tampaknya "memasuki beberapa tahap endemisitas".

Melansir BBC, suatu penyakit digambarkan sebagai endemi ketika penyakit itu terus ada dalam wilayah geografis tertentu tetapi dampaknya dapat dikelola.

Pernyataannya datang pada saat India telah melonggarkan pembatasan di tengah penurunan beban kasus COVID-19.

Jumlah kasus harian telah turun dari puncaknya yang mencapai 400.000 pada April lalu, menjadi sekitar 25.000 minggu ini.

Namun para ahli terus menyarankan tindakan pencegahan, dengan mengatakan kemungkinan gelombang ketiga masih membayangi. Dan mengingat ancaman varian baru dan populasi besar India, garis waktu kapan India benar-benar mencapai tahap endemik tetap menjadi pertanyaan terbuka.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel