Lebih Gila dari Kang Mul,Sarip Ngaku Marinir TNI Kangkangi Harta Janda

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tim intelijen militer Korps Marinir, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut baru saja membongkar kedok seorang pria asal Bogor yang mengaku diri sebagai anggota pasukan elite baret ungun, Detasemen Jalamangkara (Denjaka).

Pria bernama Mulyana alias Mul alias Kang Mul Marinir diringkus intel Marinir di rumah buah hatinya di wilayah Kampung Bantar, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kang Mul diringkus saat akan melangsungkan pernikahan.

Intel Marinir meringkus Kang Mul karena selama ini mengaku diri sebagai anggota Denjaka berpangkat Sersan Kepala (Serka). Selain itu, Kang Mul juga sering mengenakan seragam khas Korps Marinir dan atribut Denjaka.

Bahkan yang paling mengejutkan, Kang Mul ternyata tak cuma punya seragam Marinir, tapi juga berbagai peralatan tempur seperti helm tempur lapangan, rompi Denjaka hingga rompi antipeluru.

Nah pembaca setia VIVA Militer, sebenarnya kasus serupa pernah terjadi pada awal Januari 2021, dan peristiwanya juga berlangsung di Kabupaten Sukabumi.

Ceritanya begini, kasus mirip sekali dengan kisah Kang Mul Marinir. Jadi waktu itu ada seorang pria bernama Sarip. Dia diringkus tim gabungan dari Pos TNI AL Palabuhanratu, Pangkalan TNI AL Bandung, Puslatpurmar VI Antralina dan Kodim 0622.

Sarip ini merupakan warga Jakarta Utara. Dia sengaja ke Palabuhanratu hanya untuk memperkaya diri dengan modus mengaku diri sebagai prajurit TNI dari Korps Marinir.

Sarif datang ke Palabuhanratu dengan seragam Marinir. Lalu dia mengejar seorang janda kaya raya yang tinggal di Desa Cisitu, Kecamatan Ciemas.

Pria 39 tahun itu memang sedari awal berniat memperkaya diri dengan cara menipu janda kaya itu agar mau dinikahinya. Kebetulan banget, sang janda hanya minta syarat bahwa Sarip harus mampu memberikan bukti bahwa dia benar-benar seorang prajurit Marinir.

Gilanya Sarip, karena memang niatnya sudah tak baik, dia mampu memberikan bukti berupa kartu anggota TNI. Yang pasti palsu. Malahan juga Sarip membawa surat izin komandan yang juga dibuat-buat sendiri.

Yang tak terduga lagi, tak cuma sang janda yang tertipu, Sarip juga mampu kangkangi Kantor Urusan Agama (KUA). Pihak KUA terperdaya dan mereka mau saja mensahkan pernikahan Sarip dan janda dengan berbekal surat-surat palsu. Alhasil di kartu nikah pun tertera Sarip sebagai prajurit TNI.

Cuma nasib Sarip mirip sama tupai, pandai lompat tapi sewaktu-waktu jatuh jua. Kedok terbongkar dan harus berurusan dengan hukum. Sarip ini lebih parah dari Kang Mul. Dia sudah jadi prajurit Marinir gadungan sejak tahun 2016.

Baca: Nyali Besar TNI di Depan Tank Israel dan Penembak Jitu Disoroti Dunia