Lebih Hemat, Pajak Mobil Listrik Ternyata Hanya Rp1 Juta-an

Merdeka.com - Merdeka.com - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) setidaknya menjadi pertimbangan masyarakat beralih untuk menggunakan kendaraan listrik. Pemilik mobil listrik, Brodan mengakui bahwa pengeluarannya jauh lebih hemat saat menggunakan kendaraan listrik.

Hal mencolok dari kendaraan listrik yang membuat pengeluaran Brodan dapat ditekan, yaitu tidak adanya biaya bensin atau ongkos ganti oli tiap bulan. Pada kendaraan listrik, Brodan hanya mengeluarkan biaya untuk mengisi daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Hal lainnya adalah, biaya pajak. Untuk mobil listrik Brodan, pajak tahunan yang dibebankan diperkirakan di bawah Rp1 juta.

"Ada pajak tahunan. Cuma karena Wulling masih plat sementara jadi belum ketahuan," ucap Brodan kepada merdeka.com, Senin (19/9).

Brodan memperkirakan harga pajak kendaraan listriknya karena membandingkan kendaraan listrik dengan merek lain seperti Ionic, produksi Hyundai. Dia mengatakan harga pajak tahunan untuk Ionic berada di angka Rp1,1 - Rp1,2 juta.

"Hopefully Wulling bisa Rp500.000," harapnya.

Garansi Mobil 8 Tahun

Brodan baru memakai mobil listrik selama satu minggu. Saat proses pembelian, dia menyampaikan bahwa mobil tersebut mendapatkan garansi Wulling selama 8 tahun. Untuk tiga tahun pertama atau 50.000-100.000 kilometer merupakan garansi umum dan bebas jasa dua tahun. Selebihnya, garansi mencakup baterai.

Meski dengan segala keuntungan yang didapat dari mobil listrik, Brodan kemudian mempertanyakan harga baterai selepas 8 tahun pemakaian. Ia khawatir jika pergantian harga baterai akan mahal.

"Garansi 8 tahun nah kemudian setelah 8 tahun bagaimana nih, saat mau ganti mungkin agak pricey," ungkapnya.

Pemerintah Terus Dorong Masyarakat Beralih ke Mobil Listrik

Sementara itu pemerintah terus mendorong program peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke mobil listrik ini terus diusung pemerintah guna menciptakan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan. Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan intensif untuk memberikan subsidi bagi pembelian mobil listrik di masyarakat.

"Iya. Sekarang kan mekanismenya sedang digodok, sedang dibahas," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif beberapa waktu lalu di Jakarta, dikutip Minggu (18/9).

Selain itu, Arifin mengatakan, penggunaan mobil listrik berbasis baterai juga lebih hemat ongkos ketimbang kendaraan konvensional bertenaga BBM.

"Contohnya, sekarang ini Pertalite, bensin Rp10.000 untuk 30 Km. Sekarang kalau pakai listrik 1 kWh bisa juga 30 Km. Sekarang kalau nge-charge listrik kan enggak sampai Rp2.000. Sedangkan kalau pakai bensin Rp10.000. Jadi hemat Rp8.000," bebernya. [idr]