Lebih Seratus Ribu Lansia di Kota Malang Akan Disuntik Vaksin COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 1 menit

VIVAKota Malang mulai mendata penerima vaksin COVID-19 untuk tahap kedua. Vaksinasi akan menyasar petugas TNI/Polri, aparatur sipil negara, guru, petugas pelayanan publik, dan lansia. Sebanyak 123.143 warga lanjut usia (lansia) yang berumur lebih 60 tahun di Kota Malang masuk daftar antre penerima vaksin.

Jumlah itu merujuk data yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang. Data itu akan disaring sesuai kategori penerima vaksin, seperti tensi darah, berat badan, suhu, tekanan darah, respirasi hingga saturasi oksigen.

Menurut Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang Husnul Muarif, seleksi kepada calon penerima vaksin kategori lansia akan dilakukan pada hari H vaksinasi. Selain soal kesehatan, juga ada 12 poin pertanyaan yang akan menentukan kategori lansia mendapat vaksin atau tidak.

Baca: DPR Izinkan Penolak Vaksin Disanksi kalau Sudah Dianggap Bandel

“Ada pertanyaan apakah mereka punya komorbid. Juga harus menjawab 12 pertanyaan. Dari situ ditentukan apakah lansia ini boleh divaksin, ditunda atau tidak memungkinkan untuk divaksin. Jika tidak boleh itu memang ada kriteria kesehatan tertentu sehingga tidak memungkinkan divaksin," ujarnya.

Vaksinasi tahap kedua yang akan menyasar lansia prosesnya sama dengan tahap pertama. Vaksin yang diberikan pun sama, yakni vaksin buatan perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac. Para penerima vaksin akan disuntik oleh vaksinator yang tersebar di sejumlah fasilitas layanan kesehatan di Kota Malang pada Maret 2021.