Lebihi target, Mendag sebut animo peserta Trade Expo Indonesia tinggi

Kelik Dewanto
·Bacaan 3 menit

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan animo peserta menjelang penyelenggaraan Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition (TEI-VE) Ke-35 tinggi yakni mencapai 692 pelaku usaha berorientasi ekspor yang terdiri atas perusahaan besar dan UKM nasional atau melebihi target awal 200-300 peserta.

"Animo pelaku usaha dan buyers sangat menggembirakan. Sejak pendaftaran dibuka pada 9 Oktober 2020 hingga 2 November 2020, tercatat sebanyak 692 pelaku usaha berorientasi ekspor dan 1.400 buyers dari 86 negara telah mendaftarkan diri. Jumlah buyers dan pengunjung diharapkan akan terus bertambah, karena pendaftaran masih dibuka hingga acara TEI-VE ke-35 berlangsung," kata Mendag lewat keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Baca juga: KBRI promosikan 'Trade Expo Indonesia' Virtual 2020 di Pakistan

Mendag Agus mengatakan sebanyak lima negara dengan jumlah buyers tertinggi selain Indonesia yaitu Amerika Serikat 46 buyers, Australia 41 buyers, Hong Kong 39 buyers, Arab Saudi 23 buyers, dan Jepang 18 buyers.

Para buyers yang berminat bertransaksi nantinya akan diarahkan untuk mengadakan penjajakan kesepakatan dagang (business matching), sehingga tercapai kontak dan kontrak dagang yang diharapkan.

Sementara itu, lanjut Mendag, total okupansi tercatat sebanyak 505 stan virtual. Peserta TEI-VE ini berasal dari sektor manufaktur, fesyen, makanan dan minuman, industri jasa, produk kreatif inovatif, industri strategis, dan kerajinan.

Menurut Mendag Agus, penyelenggaraan TEI-VE diharapkan dapat mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) mengembangkan jejaring bisnis dan investasi.

"TEI-VE Ke-35 ini merupakan ajang pengembangan jejaring bisnis dan investasi bagi UKM. Para pelaku usaha dan UKM dapat menyajikan dan mempromosikan produk berkualitas buatan Indonesia untuk dipasarkan secara global," ujar Mendag.

Agus mengungkapkan fokus utama TEI-VE adalah transaksi bisnis ke bisnis (b to b) yang bersifat jangka panjang dan bertaraf internasional. Hal itu dilakukan guna meningkatkan ekspor Indonesia.

"Meskipun platform ini diinisiasi Kementerian Perdagangan, tetapi TEI-VE mengedepankan skema dari, oleh, dan untuk pelaku usaha. Para pelaku usaha secara aktif juga melakukan promosi mulai dari memilih stan virtual, mengunggah konten promosi, dan berinteraksi dengan para buyers internasional," tutur Mendag.

Ia mengatakan seluruh pembiayaan pembuatan platform digital ini tidak menggunakan anggaran dan pendapatan belanja negara (APBN), tetapi berasal dari para pelaku usaha yang terlibat mengikuti TEI-VE.

Agus menjelaskan desain TEI-VE dibangun berbasis web dengan menggunakan game-play standard platform, yaitu tampilan rangkaian gambar tiga dimensi dengan fitur-fitur interaktif layaknya bermain gim interaktif.

TEI-VE Ke-35 juga mengadopsi infrastruktur gedung pameran Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD) agar para buyers dan pengunjung mendapatkan pengalaman seperti layaknya mengunjungi TEI di ICE BSD.

Selain itu, para pengunjung juga dapat menentukan sendiri pilihan rute kunjungan dan kegiatan setelah melakukan pendaftaran secara daring.

Fitur-fitur interaktif disediakan dalam menu navigasi yang membantu mengarahkan perjalanan pengunjung ke berbagai stan dan forum bisnis virtual.

Kemudian, para pengunjung dapat berinteraksi langsung secara audio visual melalui aplikasi zoom atau live chat dibantu oleh petugas yang berjaga.

"TEI-VE Ke-35 akan berlangsung selama tujuh hari pada 10-16 November 2020. Namun, pameran virtual masih dapat diakses selama satu bulan hingga 10 Desember 2020," jelas Mendag Agus.

Kegiatan ini akan menampilkan produk dan jasa Indonesia pada zona produk potensial dan unggulan nasional yang terdiri dari jasa dan produk premium, manufaktur, furnitur, dan produk kerajinan tangan, makanan dan minuman, aksesori fesyen, dan multiproduk.

Selain pameran, TEI-VE ini juga diisi beragam forum yaitu trade, tourism, and investment (TTI) forum dengan tema "Policy Transformation in The New Era Toward Economic Recovery".

Ada pula 27 kegiatan forum bisnis yang akan menghadirkan narasumber para pimpinan kementerian dan lembaga, serta 11 kegiatan bisnis konseling yang akan menghadirkan narasumber dari para perwakilan perdagangan RI di luar negeri.

Baca juga: Trade Expo Indonesia 2020 bakal digelar secara virtual mulai November