LeBron James memprotes penangkapan warga kulit hitam berujung kematian

Teguh Handoko

Bintang basket LeBron James bergabung ke dalam jajaran atlet yang ikut protes pada insiden penangkapan warga kulit hitam oleh anggota kepolisian Minneapolis yang berujung kematian.

Pemegang empat gelar NBA Most Valuable Player ini mengutarakan rasa keprihatinannya melalui akun Instagram miliknya. Dalam unggahannya, ia merujuk pada Colin Kaepernick, mantan gelandang NFL yang dikenal karena berlutut saat dinyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat sebagai bentuk protes ketidakadilan rasial.

Unggahan James juga menampilkan foto petugas kepolisian yang menekan leher George Floyd menggunakan lututnya, bersama foto Kaepernick yang sedang berlutut.

Dalam kutipannya ia menulis: "Ini adalah alasannya. Apakah sekarang kalian paham? Ataukah masih semu bagi kalian??" tulis James yang diikuti dengan tagar #StayWoke.

Kejadian penangkapan Floyd, warga kulit hitam yang tak bersenjata, pada hari Senin yang berujung kematian ini menjadi ramai setelah viral di seluruh dunia. Dalam rekaman gambar yang beredar, terlihat Floyd memohon kepada petugas yang berlutut di lehernya agar melepaskan tekanan karena ia tak sanggup bernapas.

"Tolong, aku tak bisa bernapas, tolong pak," Floyd berujar kepada anggota polisi kulit putih yang membekuknya agar mengangkat kakinya.

Akibat insiden tersebut empat anggota polisi Minneapolis dipecat pada hari Selasa.

Selain James, sejumlah atlet dari cabang olahraga lain ikut menyuarakan kemarahan mereka atas insiden yang berpotensi memicu gerakan "Black Lives Matter" menjadi lebih besar. Geraka ini sebelumnya muncul akibat serangkaian pembunuhan polisi AS terhadap pria kulit hitam yang tidak bersenjata.

"Dunia benar-benar memuakkan. Tak perlu lagi penjelasan," tulis Odell Beckham Jr, penerima Pro Bowl NFL tiga kali yang bermain untuk Cleveland Browns, pada akun Twitternya.

Mantan pebasket wanita AS Lisa Leslie dalam akun Twitternya menulis: "Jika ada pengikutku ada yang tak marah dengan serangan tidak masuk akal pada warga kulit hitam, mulai sekarang tolong berhenti mengikuti (akun) saya! Jika jiwamu tidak terganggu, tolong berhenti mengikutiku!"

Kaepernick mempopulerkan aksi berlutut saat dibawakan lagu "The Star-Spangled Banner" pada tahun 2016 saat ia bermain di tim San Francisco 49ers. Pasca kejadian tersebut, ia bermain tanpa dibayar dan kontraknya tidak ditandatangani oleh tim lain sejak itu.

Protes Kaepernick diikuti oleh para pemain lain, menarik kemarahan Presiden AS Donald Trump. Sifat aktivisnya dijadikan alasan oleh tim lain untuk enggan mengontraknya.

Baca juga: LeBron James ingin segera bermain lagi

Baca juga: Ketika Sang Raja LeBron James rengkuh gelar MVP NBA perdananya