Lecehkan Duka Kapal Selam TNI, Oknum Polisi Nodai Kemesraan 2 Jenderal

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Di tengah suasana duka atas tragedi hilang dan tenggelamnya kapal selam militer milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) KRI Nanggala 402, ternyata ada saja oknum yang melakukan perbuatan tak terpuji dengan melecehkan peristiwa duka itu.

Dan yang lebih konyol lagi, pelaku adalah seorang abdi negeri, anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pelaku adalah Aipda Fajar Kurniawan, yang bertugas di Polsek Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Fajar terungkap mengumbar kalimat-kalimat tak etis yang bernada pelecehan terhadap tragedi duka tenggelamnya KRI Nanggala di perairan utara Laut Bali melalui akun Facebooknya.

"KAKEANN GEMBAGHUSS KEMAKI IKUU COOKK SEKK NGAWAK I...... POO MUNGKINN ANAK TURUNN EEEE MAKANEE KRUU NEE BONGKOO KLELEPP....,"

"Matio coookkk…. Sy hidup di Indonesia smpe saat ini susahh kekurangann kesukarann…###ngopoo kruu kapal kyoo ngonoo ditangisi… ###urusss sendiri urusannmuuu…

("Terlalu banyak gaya para awaknya, apa mungkin keturunannya. Makanya krunya tenggelam". "Mati saja, saya hidup di Indonesia sampai saat ini susah, kekurangan, kesukaran. Kenapa kru kapal seperti itu ditangisi. Urus sendiri urusanmu").

Perbuatan Aipda Fajar ini memicu reaksi luar biasa di masyarakat Indonesia dan keluarga besar TNI. Masyarakat mengutuk keras perbuatan oknum polisi itu karena dinilai sangat tidak beretika dan beradab. Sementara, TNI bereaksi dengan mendatangi kantor polisi tempat Aipda Fajar bertugas, untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya itu.

Memang, kepolisian bertindak cepat, Aipda Fajar diperiksa di Polda Yogyakarta. Tapi, ada hal yang tak kalah penting dari semua itu.

Perbuatan pelecehan yang dilakukan Aipda Fajar itu secara tak langsung telah menodai hubungan baik antara kepolisian dengan TNI yang saat ini sedang benar-benar dalam kondisi cukup baik, terutama di peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402.

Yang perlu diketahui, saat ini hubungan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto terjalin sangat mesra. Hal itu terlihat dengan setianya Kapolri mendampingi dan turut membantu TNI dalam melakukan pencarian dan pertolongan KRI Nanggala.

Dari catatan VIVA Militer, sejak hari pertama KRI Nanggala dikabarkan hilang kontak pada 21 April 2021, Kapolri terjun langsung mendampingi Panglima TNI dalam operasi pencarian kapal selam itu.

TNI pun juga sangat menghargai kepolisian, terbukti sebelum KRI Nanggala hilang, Panglima TNI direncanakan mengajak serta Kapolri menyaksikan langsung latihan penembakan senjata strategi TNI termasuk penembakan rudal C-802 di Laut Bali.

Baca: Tak Disangka Ada Ponakan Prabowo di Kapal Selam TNI yang Tenggelam