Ledakan Cakung Diduga Berasal dari Dinamit

Laporan Wartawan Tribunnews.com Nurmulia Rekso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ledakan keras yang terdengar di lokasi pembuatan jalan proyek Kanal Banjir Timur, di RT 15 RW 07 kelurahan Ujung Menteng, Cakung Jakarta Timur, kemarin, Jumat (9/9/2011), di yakini berasal dari dinamit.

Salah pekerja di proyek Kanal Banjir Timur, Martinus (52), mengatakan ledakan tersebut terdengar sangat keras. Bahkan hingga membuat sejumlah warga kaget, dan sempat panik. Apalagi, ledakan tersebut sempat membuat sejumlah bongkahan batu kapur berterbangan.

Martinus pun sempat kaget, dan mencoba mencari tahu sumber ledakan. Ternyata didapati ledakan tersebut berasal dari bongkahan besar batu kapur, yang tengah dikeruk oleh sebuah ekskavator.

"Tapi untungnya tidak ada yang terluka," katanya kepada Tribun.

Ia meyakini suara tersebut adalah suara dinamit dalam jumlah besar, karena suara tersebut lazim ia dengar di tambang limestone (batu kapur) di kawasan Kelapanunggal, kabupaten, Bogor, Jawa Barat, tempat ia bekerja dulu.

Salah seorang karyawan PT.Sumber Batu, kontraktor pembuatan jalan di pinggir Banjir kanal, Sihite (42), membenarkan pernyataan Martinus. Ia menduga bahwa ledakan tersebut adalah ledakan dinamit, yang secara tidak sengaja tersimpan di dalam bongkahan batu kapur besar itu.

Ia memiliki teori tersendiri mengapa bahan peledak semacam dinamit bisa tersimpan di dalam bongkahan batu kapur besar, dan meledak tak jauh dari perumahan warga.

Batu kapur diambil dari tambangnnya dengan cara diledakan, yakni dengan cara melubangi gunung kapur, lalu diletakan dinamit di dalamnya, lalu diledakan hingga menjadi bongkahan yang diinginkan.

"Tapi kadang-kadang, tidak semua dinamit yang ditanam bisa meledak, bisa jadi ada dinamit yang tidak meledak lolos dibawa," jawabnya.

Di dalam bongkahan batu kapur yang meledak kemarin, ia meyakini terdapat dinamit dari peledakan di tambangnnya, di kawasan Kelapanunggal, Bogor. Saat bongkahan batu tersebut coba dipecahkan oleh ekskavator, alat itu pun secara tidak sengaja menghajar dinamit.

"Gesekan antara alat pengeruk dengan batu kapur menimbulkan panas, lalu meledakan dinamit itu," tambahnya.

Mengenai penyebab pasti, ia menyerahkan sepenuhnya hal tersebut pada penyelidikan tim Gegana Polda Metro Jaya, yang pagi ini sempat memeriksa lokasi ledakan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.