Ledakan di Kantor KAMI Menteng, Polisi Beri Klarifikasi

Agus Rahmat, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kanit Reskrim Polsek Menteng, Kompol Gozali Luhulima, meluruskan informasi soal adanya ledakan yang diduga terjadi di kantor Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jalan Dr Kusuma Atmaja, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Desember 2020.

Memang ada sebuah ledakan. Namun ia menyebut, ledakan itu terjadi di depan sebuah rumah sekitar pukul 12.00 WIB.

"(Dugaan ledakan) di luar, bukan di kantor KAMI. Tapi ledakan itu terjadi di depan pagar salah satu rumah," kata Gozali saat dihubungi, Rabu malam.

Baca juga: Polisi Tolak Laporan Munarman FPI soal Zainal

Kejadian tersebut pun masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Hingga kini, aparat belum memastikan penyebab ledakan. Sejauh ini, diduga ledakan tersebut oleh petasan yang dilemparkan di depan rumah itu.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah dan berdasarkan data dari kelurahan adalah milik seorang warga bernama Muhammad Asrori.

Kejadiannya sekitar pukul 12.00 WIB dan baru dilaporkan warga sekitar pukul 14.00 WIB.

"Tadi siang kita sudah cek dan benar ada bekas ledakan. Sekarang kita panggil tim Jibom (Jinak Bom) untuk memastikan ledakan itu apa," kata Heru saat ditemui wartawan di lokasi.

Heru menjelaskan, bahwa dari bukti-bukti yang dikumpulkan, ada serpihan kertas seperti yang digunakan sebagai casing atau pembungkusnya. Bahan bakunya sedang diambil oleh tim Gegana.

"Prediksi kita, ledakan ini adalah low explosive, karena lantainya tidak rusak dan kanan kirinya tidak rusak. Jadi tidak ada kerusakan yang riil. Begitu juga korban manusia juga tidak ada," jelasnya.

Saat ini, tim Gegana telah mengumpulkan bukti-bukti tersebut untuk dilakukan uji laboratorium. "Setelah ini, dari tim Gegana akan melakukan uji laboratorium untuk membuktikan bahannya itu terbuat dari apa," ujar Heru.

Heru menambahkan bahwa pihaknya akan tetap menangani kasus ini. Beberapa saksi juga sedang dimintai keterangan.

"Pada prinsipnya kami tetap menangani (kasus ledakan ini). Beberapa saksi masih kita minta keterangan. Kami akan mencari, kira-kira ledakan ini dilemparkan dari mana dan oleh siapa. Ini masih proses," jelasnya.

Sementara itu, mengenai informasi yang berbeda, bahwa ledakan tersebut terjadi di kantor KAMI. Pihak kepolisian tidak menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut adalah kantor KAMI. Sebab, tidak terlihat ada papan nama kantor.

"Kami tidak melihat ada tulisan atau papan nama sebuah kantor. Belum tentu ini kantor KAMI," tutup Heru. (ase)