Ledakan di Masjid Afghanistan, 33 Orang Tewas

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah ledakan di masjid Sufi sebelah Utara Afghanistan Jumat lalu menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai puluhan lainnya, kata pejabat Taliban.

Ledakan di Masjid Khanaqa-e-malawi Sikandar di Provinsi Kunduz yang berbatasan dengan Tajikistan itu adalah serangan besar keempat di Afghanistan dalam pekan ini.

Dilansir dari laman the Straits Times, Sabtu (23/4), sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Video yang beredar memperlihatkan tembok masjid dan kaca jendela hancur berserakan di lantai dan karpet masjid yang dipenuhi darah.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan 33 orang tewas dalam kejadian itu, termasuk anak-anak dan 43 orang luka. Warga setempat memperkirakan korban tewas akan bertambah.

"Situasinya sangat mengerikan. Mayat bergelimpangan di mana-mana," kata warga bernama Hakim yang tinggal di dekat masjid. Dia bergegas menuju lokasi setelah mendengar ledakan.

Selasa lalu sejumlah ledakan terjadi pusat pendidikan dan sekolah negeri di Ibu Kota Kabul menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 11 lainnya. Korban kebanyakan adalah siswa sekolah, kata pejabat setempat.

Serangan itu menyasar daerah yang banyak dihuni orang Hazara, etnis minoritas yang dominan penganut Syiah. Tidak ada pihak mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Dua hari kemudian ledakan kembali mengguncang sebuah masjid Syiah di sebelah utara Kota Mazar-i-Sharif, menewaskan 10 orang dan melukai puluhan lainnya, kata pejabat lokal.

Di waktu yang tidak berselang lama, sebuah ledakan menghantam sebuah minibus di Kunduz, sekitar 160 kilometer sebelah timur, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 18 lainnya, kata juru bicara polisi.

Kelompok ISIS cabang Afghanistan yang dikenal dengan ISIS-Khorasan mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan itu, kata kelompok pemantau organisasi terorisme SITE Intelligence Group.

Sejak Taliban berkuasa di Afghanistan, mereka mengatakan sedang berupaya menjaga keamanan setelah dua dasawarsa berperang.

Namun dalam sepekan terakhir yang dipenuhi serangan bom, tampaknya keamanan dan perdamaian masih jauh dari Afghanistan. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel