Ledakan di Pusat Kota Istanbul, 6 Orang Tewas dan Puluhan Luka

Merdeka.com - Merdeka.com - Setidaknya enam orang telah tewas dan 81 lainnya terluka atas ledakan yang terjadi kemarin pukul 16:20 waktu setempat (20:20 WIB) di pusat Kota Istanbul, Turkiye.

Gubernur kota, Ali Yerlikaya mengatakan ledakan itu terjadi di area perbelanjaan kota bernama Taksim Square.

Tersangka peledakan berhasil ditangkap pihak berwajib Turkiye. Wakil Presiden Turkiye, Fuat Oktay mengungkap ledakan itu diduga terjadi karena serangan teroris yang dilakukan seorang wanita.

Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan menyatakan pelaku serangan akan dihukum. Dia juga mengecam aksi keji yang menyebabkan teror terjadi kembali di salah satu kota Turkiye.

Tersangka perempuan diketahui telah duduk di bangku sekitar wilayah itu selama 40 menit. Ledakan terjadi tidak lama setelah wanita itu meninggalkan bangku, jelas Menteri Kehakiman Bekir Bozdag.

Tersangka perempuan itu diketahui memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). PKK pun diyakini pemerintah Turkiye bertanggung jawab atas serangan kemarin.

Sebelumnya PKK adalah kelompok militan yang memperjuangkan kemerdekaan Kurdistan. Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa telah lama menganggap kelompok itu sebagai organisasi teroris. Demikian dikutip dari BBC, Senin (14/11).

Namun hingga kini belum ada siapa pun yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang memakan korban dari masyarakat sipil hingga keluarga pegawai pemerintahan itu.

Keberadaan penjagaan dari polisi hingga helikopter pengawas ditingkatkan setelah terjadinya ledakan itu. Orang-orang di sekitar wilayah ledakan pun kaget mengetahui terjadinya serangan tersebut.

Saat serangan terjadi, suara ledakan terdengar dan asap hitam ledakan membumbung tinggi ke udara. Orang-orang berusaha menyelamatkan para korban dengan melarikannya ke rumah sakit.

Jalanan yang biasanya ramai berubah menjadi sepi. Orang-orang takut bepergian dan memilih menjauhi wilayah ramai seperti Taksim Square.

Berbagai negara menunjukkan bela sungkawa mereka atas serangan itu. Mulai dari AS, Prancis, Ukraina, Pakistan, Italia hingga Yunani.

Sebelumnya ledakan juga pernah terjadi di Jalan Istiklal, Turkiye pada 2016 lalu. Serangan bom bunuh diri kala itu dilakukan di wilayah yang penuh keramaian.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]