Ledakan Kasus Covid-19 di Kudus, Beginilah Respons Ganjar Pranowo

·Bacaan 3 menit

VIVA – Ledakan kasus positif COVID-19 di Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kini, Kabupaten Kudus telah ditetapkan sebagai zona merah penyebaran COVID-19.

Peningkatan kasus tersebut terjadi usai libur lebaran, terlebih saat banyak masyarakat yang menyelenggarakan acara keluarga tanpa adanya penerapan protokol kesehatan. Hal itu menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19 di lingkup rumah tangga yang tersebar ke seluruh daerah yang ada di Kudus.

Kondisi ini diperparah ketika jumlah tenaga kesehatan yang terpapar virus semakin bertambah. Berdasarkan pernyataan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nasiban, per tanggal 3 Juni 2021 tenaga medis yang terpapar COVID-19 berjumlah 358 orang. Data tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga saat ini.

Melihat situasi yang sudah tidak kondusif, Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah berusaha menanamkan kekuasaan dan pengaruhnya untuk membawa Kabupaten Kudus keluar dari musibah yang sedang menerpa daerahnya.

Dilansir dari Instagram pribadinya @ganjar_pranowo, beliau memposting sebuah video dengan judul "Warning Dari Kudus". Video itu berisi mengenai kondisi penyebaran COVID-19 di Kabupaten Kudus, mulai dari awal penyebab terjadinya penyebaran sampai upaya penanganan yang mulai digencarkan.

Sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar memiliki legitimate power yang bersumber pada posisinya sebagai seorang pemimpin dari suatu daerah. Beliau dapat menggunakan kekuasaan tersebut untuk mempengaruhi orang lain agar mengikuti apa yang diperintahkan.

Melalui kekuasaannya itu, Ganjar mulai menata strategi penanganan supaya virus tidak menyebar terlalu luas. Strategi dimulai dengan mengidentifikasi penyebab peningkatan kasus di Kabupaten Kudus.

Dari proses ini diketahui bahwa ternyata selain akibat dari ribuan orang yang masuk ke Jawa Tengah selama libur lebaran. Penyebaran virus juga terjadi karena lemahnya koordinasi antar instansi yang berimplikasi padai pelonggaran penerapan protokol kesehatan.

Berbagai upaya langsung di respon dengan membentuk tim khusus yang terdiri dari DINKES, DISPERMADES DUKCAPIL, SATPOL PP, BPBD, dan TNI/POLRI yang berkantor di sana untuk membantu Kudus keluar dari zona merah. Tambahan tenaga juga dikerahkan dengan mengirim 120 orang tenaga kesehatan beserta 33 alat kesehatan.

Penyediaan tempat bagi mereka yang perlu mendapatkan perawatan tentu telah disediakan dengan menghubungi Satgas COVID-19 setempat atau lapor ke Jogo Tonggo setiap desa. Jogo Tonggo adalah semacam Satgas setempat untuk saling menjaga tetangga agar dapat meminimalisir dampak penyebaran COVID-19.

Dalam postingan terbarunya, sesuai dengan arahan beliau untuk memberdayakan Jogo Tonggo. Ganjar Pranowo memperlihatkan salah satu tempat di Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus, bisa dijadikan sebagai teladan penerapan Jogo Tonggo. Relawan yang bekerja terlihat sangat aktif dengan melakukan pendataan orang yang terkonfirmasi positif, suplai makanan, sampai koordinasi dengan security setempat dalam hal penjagaan.


Koordinasi juga dilakukan dengan mempertemukan antara seluruh bupati dan walikota di Jawa Tengah bersama Menteri Kesehatan supaya bersinergis melakukan pergerakan secara terarah. Ada lima poin yang menjadi pusat perhatian.

Pertama, seluruh daerah diminta untuk menghitung ulang kapasitas tempat tidur ICU, isolasi, dan tenaga kesehatan yang ada. Kedua, setiap kabupaten kota harus menyiapkan tempat isolasi terpusat seperti hotel, gedung, dan bangunan publik yang sedang tidak terpakai.

Ketiga, bagi para lurah dan kepala desa diharapkan agar menyiapkan tempat isolasi terpusat dengan memberdayakan Jogo Tonggo. Keempat, operasi yustisi ditingkatkan lagi dengan memantau titik-titik strategis yang berpotensi mengundang keramaian. Kelima, mempercepat program vaksinasi terutama di daerah yang berada pada zona merah dengan memprioritaskan ompok lansia.

Ledakan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus menjadi pembelajaran bagi seluruh daerah yang ada di Jawa Tengah. Ganjar Pranowo sebagai pemimpin yang memiliki kekuasaan juga memberikan pengaruhnya sebagai penengah untuk tidak menyalahkan siapapun.

Kejadian ini merupakan kesalahan bersama yang perlu dievaluasi bersama pula. Bukan hanya pemerintah yang bergerak aktif memerangi pandemi, tetapi peran dari masyarakat juga mutlak diperlukan.

Permasalahan tersebut bisa dijadikan pengalaman supaya penanganan jauh lebih optimal dan seluruh daerah yang terdampak bisa segera bebas dari zona merah penyebaran COVID-19.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel