Ledakan warna dan pengalaman dalam buku "The Lyrics of Acceptance"

·Bacaan 2 menit

Seniman Yuki R. Agriardi meluncurkan buku "The Lyrics of Self-Acceptance" yang berisi gambar-gambar buatannya pada periode 2017-2019, disajikan berdampingan dengan sekumpulan lirik.

Ini adalah bagian dari seri karya terbaru milik Yuki berjudul “Future Habitat of Happiness”, yang datang dari proses menyelidiki kesejahteraan batin manusia dengan memahami dirinya sendiri dan segala kegaduhan yang ia rasakan secara internal.

“Saya ingin apa yang saya rasakan bisa keluar. Rasanya tidak baik memendam semua hal yang melukai, atau yang terlalu senang juga tidak baik dipendam sendiri. Namun, saya juga tidak mungkin tiba-tiba curhat setiap hari ke setiap orang, rasanya membebani orang lain bagi saya, jadi saya berusaha untuk mengeluarkannya dengan cara gambar,” tutur Yuki, dikutip dari siaran resmi, Rabu.

Baca juga: Intip kehidupan Billie Eilish lewat buku barunya

Baca juga: Komik "JUJUTSU KAISEN" dihentikan terbit sementara, ini alasannya

“Oil pastel saya pilih karena sifatnya immediate atau langsung. Enggak ada perantara antara tangan kita, tubuh kita, dengan material dan kertas, jadi apa yang saya rasakan energinya langsung tersalurkan lewat goresan, gerakan tangan saya, lewat material tersebut dan akhirnya terekam di kertas tersebut.”

Yuki sudah lebih dulu dikenal sebagai seniman yang sering berkarya dengan warna biru dan gambar binatang. Namun, di "The Lyrics of Self-Acceptance" ia menggunakan berbagai warna, seolah mengungkapkan bahwa setiap fase menuju penerimaan diri tidak bisa diratakan pada satu perspektif, alasan, dan masalah, seperti terlihat dengan ledakan warna dan pengalaman di dalam buku ini.

“Kami percaya substansi buku ini sangat kaya, walaupun disampaikan lewat lirik-lirik yang pendek. Substansi yang sebenarnya datang dari kejujuran Yuki sendiri, sebagai manusia zaman sekarang yang memiliki multi-identitas, sebagai seniman, sebagai dosen, sebagai desainer, dan tentunya sebagai pribadi tanpa embel-embel identitas tersebut,” ujar Namira Daufina, Editor & Content Manager Pear Press.

“Cara berkarya Yuki yang menarik dan juga sangat relevan dengan kebutuhan masa kini, terutama pada situasi pandemi, di mana kita banyak terisolasi. Maka, bagaimana cara kita berbenah diri, merefleksi diri, yang mungkin dalam kamus Yuki melalui seni."

Baca juga: Menkominfo apresiasi novel grafis karya Agnez Mo

Baca juga: Komik pahlawan super "Volt" lahir kembali dalam format baru

Baca juga: Seri buku cerita "Si Juki x SpongeBob SquarePants" dirilis

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel