The Legendary: Khabib Generasi Terbaik dari Keluarga Nurmagomedov

Muhammad Nurhendra Saputra
·Bacaan 2 menit

VIVAKhabib Nurmagomedov telah menyatakan pensiun dari Ultimate Fighting Championship (UFC), Minggu, 25 Oktober 2020. Ia pensiun setelah mengalahkan Justin Gaethje di UFC 254 dalam kelas ringan.

Khabib pun berhasil mempertahankan sabuk juara kelas ringan. Gaethje dibuat benar-benar tak berdaya. Wasit pun memutuskan Khabib keluar sebagai pemenang lewat technical submission dalam waktu 1 menit 34 detik.

Berbicara kepada wartawan di oktagon, Khabib mengaku itu akan menjadi pertarungan terakhirnya. Sebab, dia memiliki janji kepada ayah dan ibunya.

"Saya tak mungkin ada di sini tampa ayah saya," kata Khabib dilansir The New York Times.

Ayah Khabib yang melatihnya sejak kecil, Abdulmanap meninggal dunia pada Juli 2020 lalu. Khabib bercerita kepada sang ibu, bahwa dia tak akan melanjutkan karier tanpa sang ayah yang menjadi pelatihnya.

"Saya berjanji padanya bahwa ini akan menjadi pertarungan terakhir saya. Saya harus mengikutinya," ucapnya.

Ini membuat Khabib pensin dengan rekor sempurna. Dia memiliki rekor 29-0 atau selalu menang di setiap pertarungan.

Keluarga Nurmagomedov memang sangat erat dengan dislpin ilmu bela diri gulat dan sambo. Tidak hanya ayah Khabib, Abdulmanap yang pernah menjadi juara gulat dan sambo di Ukraina, tapi juga pamannya, Nurmagomed yang pernah jadi juara Sambo 1922.

Abdulmanap merupakan mantan militer Uni Soviet yang juga menghasilkan banyak juara bela diri. Sejak usia dini, Abdulmanap sudah mendapatkan pelajaran bela diri.

Ia kemudian berlatih judo dan sambo dari Peter Butriy, pelatih kehormatan Uni Soviet. Setelah pensiun dari militer, Abdulmanap fokus menjadi pelatih bela diri di Dagestan.

Baca juga: Justin Gaethje Memang Gila, Doyan Dikunci Khabib Sampai Pingsan

Abdulmanap mendidik Khabib dengan sangat keras. Pada usia 9 tahun, Khabib berlati dengan beruang.

Latihan keras tersebut tidak membuat Khabib tertekan. Ia malah termotivasi mimpi sang ayah yang mengharapkannya jadi atlet kelas dunia.

Mimpi Abdulmanap tercapai, tahun 2008 ia menjalani debut internasional pertamanya di Mixed Martial Arts (MMA). Tahun 2010, Khabib jadi juara dunia sambo.

Dan tahun 2012, Khabib bergabung dengan UFC. Abdulmanap selalu mendampingi Khabib saat bertarung di UFC, kecuali ketika pertarungan di adakan di Amerika Serikat.

Sebab pihak Amerika Serikat tidak mau mengeluarkan visa untuk Abdulmanap.

Khabib memiliki dua orang adik, Abubakar dan Amina. Karier Abubakar memang tidak secemerlang Khabib.

Abubakar pernah meraih perunggu di kejuaraan dunia sambo 2014. Kini Abubakar mewakili Bahrain untuk bertanding di KHK MMA.

Abdulmanap pernah dinobatkan sebagai Honored Coach of Russia, karena prestasi yang diraih oleh anak didiknya.

Abdulmanap juga berhasil mencetak beberapa petarung di UFC. Sebut saja Islam Makhachev, Rustam Khabilov, Azamat Hashimov, dan Shamil Zavurov.

Setelah pensiun sebagai petarung, Khabib ternyata tidak sepenuhnya meninggalkan dunia MMA.

Petarung berusia 32 tahun itu telah berbicara tentang keinginannya menjadi pelatih. "Kami memiliki banyak anak muda untuk dilatih," kata Khabib dalam video dengan pelatihnya Javier Mendez dari AKA (American Kickboxing Academy).

"Kami akan segera kembali ke puncak. Saya akan membantu Anda (Javier Mendez). Saya akan selalu membantu Anda," lanjut Khabib yang tampaknya ingin tetap terlibat dengan olahraga ini dan melanjutkan warisan mendiang ayahnya.