Legislator: Bencana alam terjadi karena lingkungan kritis

Anggota DPR RI Dapil VI Jatim M Sarmuji menyorot fenomena bencana alam yang terjadi beberapa waktu terakhir, salah satunya karena kondisi lingkungan yang sudah kritis.

Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini mengatakan kondisi lingkungan yang semakin kritis tersebut, akhirnya tidak mampu menjadi penyangga ketika fenomena hidrometeorologi sering terjadi seperti saat ini.

"Lingkungan kita sudah demikian kritis dan tidak lagi bisa menjadi penopang perubahan iklim yang terjadi secara tiba-tiba. Potensi-potensi bencana bisa jadi akan kembali lagi. Untuk itu, kita harus tetap waspada dan mempersiapkan diri jika bencana tersebut terulang," kata Sarmuji di Blitar, Sabtu.

Ia mengaku sudah meminta kader Golkar segera bergerak apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan terutama masa-masa bencana yang terjadi seperti saat ini.

Baca juga: Ketua Golkar Jatim kawal pembagian sembako AMPG di Surabaya

"Saya meminta kepada seluruh kader, baik yang ada di provinsi maupun di tingkat desa menjadikan partai sebagai instrumen berbuat kebajikan di tengah-tengah masyarakat. Sekecil apapun bentuk bantuan jika itu memang diperlukan oleh masyarakat. Paling sederhana, sebagai contoh jika ada air mineral yang kita punya dan masyarakat membutuhkan segera kita berikan," kata Sarmuji.

Ia juga meminta agar infrastruktur partai harus selalu hadir seiring dengan dinamika yang ada di masyarakat, baik yang sudah duduk di legislatif dan eksekutif maupun saat ini masih menjadi pimpinan kecamatan maupun pimpinan desa.

"Jika kader duduk di legislatif maupun eksekutif, harus menghasilkan kebijakan yang bermanfaat untuk masyarakat. Sedangkan kader yang berada di kecamatan maupun desa juga mampu menjadi penyambung solusi bagi persoalan yang terjadi di masyarakat," kata dia.

Sarmuji melakukan kunjungan ke beberapa daerah khususnya Jawa Timur bagian selatan di antaranya Malang, Blitar dan Tulungagung.

Ia bertemu kader sekaligus membagikan paket bahan pokok kepada warga terdampak bencana, termasuk yang dikirimkan ke Kabupaten Trenggalek .

Di Blitar, Sarmuji meninjau lokasi tanah gerak dan jembatan yang rusak akibat banjir bandang di Desa Purworejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Baca juga: Legislator desak KPPU telusuri dugaan mafia beras

Baca juga: Anggota DPR tinjau fasilitas air bersih Blitar

Jembatan itu rusak setelah hujan yang berlangsung selama dua hari yang mengakibatkan beberapa jembatan rusak dan sedikitnya 53 unit rumah terancam terkena longsor.

Ia meminta warga untuk mencari titik aman jika terjadi hujan deras utnuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kalau malam terjadi hujan, warga harus waspada dan segera mencari titik aman. Apalagi, berdasarkan informasi dari pemerintah desa, tanah yang ditempati 53 rumah warga sewaktu-waktu bisa terjadi longsor," ujar Sarmuji.