Legislator komentari soal anggaran subsidi pupuk yang lagi disorot

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan terkait anggaran subsidi pupuk sebesar Rp33 triliun yang disoroti pemerintah, BUMN Pupuk Indonesia adalah pelaksana program pupuk subsidi.

“Sebagai Anggota Komisi VI DPR RI saya ingin meluruskan informasi seakan-akan Pupuk Indonesia bertanggung jawab mengenai kisruh pupuk subsidi, padahal Pupuk Indonesia hanya sebagai pelaksana program pupuk subsidi," kata Andre lewat keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Andre menyebut permasalahan yang terjadi berkaitan dengan pupuk subsidi yakni jumlahnya yang kurang sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan petani. Selain itu, subsidi pupuk juga terus berkurang selama beberapa tahun terakhir.

"Bahkan per awal 2021 ini masih Rp6 triliun utang pemerintah yang belum dibayarkan ke Pupuk Indonesia. Untuk itu, sebagai anggota Komisi VI saya ingin meluruskan jangan sampai BUMN Pupuk Indonesia ini menjadi korban alias kambing hitam akibat permasalahan pupuk subsidi," kata Andre.

Baca juga: Petani Indramayu sulit dapatkan pupuk subsidi

Baca juga: Tahun 2021, Kementan tambah alokasi pupuk subsidi jadi 9 juta ton

Politisi Partai Gerindra tersebut meminta pada pihak terkait, apabila terdapat permasalahan agar dapat diselesaikan secara internal dengan baik.

“Saya juga meminta pihak Kementerian BUMN untuk memberikan teguran kepada saudara Immanuel Ebenezer, Komisaris MegaEltra yang merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia, agar kalau ada permasalahan bisa diselesaikan secara internal, bukan diumbar ke publik apalagi mengumbar asumsi atau informasi yang salah,"pungkasnya.

Diketahui, Presiden RI Joko Widodo menyinggung mengenai "kembalian" atau keuntungan yang diperoleh negara dari subsidi pupuk puluhan tahun, dalam Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Baca juga: Presiden singgung "kembalian" subsidi pupuk bagi negara

Baca juga: Musim tanam 2021, Pupuk Indonesia siapkan stok subsidi 1,25 juta ton