Legislator: Penyelewengan Pajak Rawan Libatkan Importir

  • Rencana kenaikan harga BBM sudah rugikan pengusaha angkutan

    Rencana kenaikan harga BBM sudah rugikan pengusaha angkutan

    Merdeka.com
    Rencana kenaikan harga BBM sudah rugikan pengusaha angkutan

    MERDEKA.COM. Wacana menaikkan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah membuat pengusaha transportasi rugi. Pasalnya, meski baru wacana, hal ini telah menaikkan harga penjualan komponen kendaraan.Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena Soerbakti, mengaku sangat keberatan jika pemerintah menyetujui kebijakan tersebut."Karena pembicaraan seperti itu akhirnya harga sparepart naik. Tapi ketika BBM-nya tidak jadi naik dan sparepart-nya tidak turun lagi, kalau ada gosip mau naik …

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda

    Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda

    Merdeka.com
    Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda

    MERDEKA.COM. Dunia penerbangan di Indonesia dewasa ini semakin bertumbuh. Tetapi, pertumbuhan tersebut tidak dibarengi dengan jumlah tenaga penerbang yang unggul.Hal itu membuat Asia Aero Flying Club merasa prihatin. Untuk mengatasi masalah tersebut, AAFC kemudian mencoba menarik minta generasi muda untuk mengenal dan mencintai dunia kedirgantaraan sipil."Kami ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa general aviation bukanlah hal yang spesial," ujar Ketua AAFC Robert Cau di sela acara …

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XI DPR RI Lim Sui Khiang menilai penyelewengan yang dilakukan oknum pegawai pajak rawan melibatkan para importir untuk mencari keringanan bea masuk.

"Selama ini yang memprihatinkan yang melibatkan importir, itu rawan. Karena biasanya ada upaya dari importir ingin menutupi pajaknya sehingga ada kebocoran," kata Lim dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan institusi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) harus tegas menerapkan penegakkan hukum sekaligus moralitas para pegawainya untuk mencegah praktik serupa terjadi kembali.

Di sisi lain dia meminta untuk dilakukan pengawasan berlapis di dalam institusi Ditjen Pajak misalnya dengan melakukan audit secara berkala terhadap praktik pemungutan pajak di lapangan, khususnya pemungutan terhadap importir.

"Harus dilakukan audit di lapangan. Karena pajak berkaitan dengan sumber pendapatan negara, dan kita mau dana pajak yang masuk ini sesuai. Penyelewengan pajak ini sudah berkali-kali terjadi, harus dicegah," kata dia.

Terkait penyelewengan oleh oknum pegawai pajak, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany mengatakan sulit mengawasi pegawai pajak yang jumlahnya 32.000 jiwa dan tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

"Mengawasi pegawai pajak yang jumlahnya 32.000 jiwa dan tersebar di 33 provinsi di Indonesia tidak mudah. Pasti akan tetap ada yang nakal dan nekat, jadi jangan terkejut lah kalau ada penangkapan-penangkapan lagi di masa yang akan datang, karena kami akan terus-menerus menangkap yang bandel-bandel seperti itu," ujar Fuad.

Fuad mengatakan cara efektif untuk menghilangkan atau meminimalkan praktik penyelewengan oleh oknum pegawai pajak adalah dengan menangkap tangan dan memecatnya.

Dia optimistis dengan upaya pemberantasan secara terus menerus maka oknum pegawai yang nakal akan habis.

"Jalan terbaik memberantas mereka adalah dengan menangkap tangan dan memecat. Nanti akhirnya mereka yang seperti ini akan habis juga," kata Fuad.

Di sisi lain Fuad mengatakan, pihaknya sejauh ini telah melakukan berbagai program pembinaan dan pencegahan serta penerapan sistem pengawasan yang ketat untuk mencegah praktik tidak terpuji oleh pegawai pajak.

Dia juga mengatakan akan terus meningkatkan pembinaan mental terhadap seluruh pegawai pajak dan memperketat sistem pengawasan.


"Mereka-mereka yang bandel dan nekat memang sudah terlanjur ada di institusi sebesar Direktorat Jenderal Pajak ini, jadi harus diberantas," tuturnya.

Sementara itu pengamat pasar modal Yanuar Rizki mencermati kurang efektifnya sistem "whistle blowing" atau pengungkap penyelewengan yang cenderung diterapkan di dalam institusi Direktorat Jenderal Pajak, dalam mengungkap penyelewengan oleh oknum pegawai.

"Ditjen Pajak cenderung menggunakan sistem `whistle blowing` untuk mengungkap penyelewengan oleh oknum pegawai, itu kurang efektif karena secara jangka menengah justru akan menyebabkan seolah-olah teman `makan` teman," kata Yanuar saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Melalui sistem "whistle blowing" pengungkapan penyelewengan dilakukan dengan mengandalkan laporan pegawai yang melihat atau mengetahui indikasi terjadinya penyelewengan oleh para oknum pegawai pajak.

Yanuar mengatakan sistem "whistle blowing" seperti ini cenderung akan menguak aib yang sama secara terus menerus di hadapan publik.

Dia menyarankan sebaiknya Ditjen Pajak melakukan pemantauan terhadap para pegawainya, dan menindaknya langsung secara internal.

"Lebih baik melakukan `screening` terhadap para pegawainya yang terindikasi melakukan korupsi atau penyelewengan. Metodenya bisa pembuktian terbalik, atau metode lain, saya yakin pasti orang Ditjen Pajak tahu siapa saja yang terindikasi melakukan penyelewengan," kata dia.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Selasa (9/4), menangkap tangan satu orang oknum pegawai pajak dan dua orang swasta di Gambir, Jakarta, yang diduga terkait pemerasan pajak.

"Terkait tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK, ada tiga orang yang dibawa ke KPK untuk diperiksa," kata Juru Bicara KPK Johan Budi.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...