Legislator: "Refocusing" anggaran perlu diarahkan bagi peternak ayam

Faisal Yunianto

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hamid Noor Yasin meminta agar refocusing dan realokasi anggaran berbagai kementerian juga dapat diarahkan dalam membuat terobosan untuk menyelamatkan peternak ayam di berbagai daerah.

Hamid Noor Yasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, menyatakan bahwa saat ini sudah banyak kebangkrutan usaha peternak ayam pada skala UMKM yang merupakan gambaran adanya PHK para pekerjanya.

"Saya berharap refocusing anggaran kementerian bekerjasama pemda-pemda mampu membuat terobosan penyelamatan para peternak ayam ini. Kementerian Pertanian perlu berkoordinasi dengan kementerian Perdagangan untuk mempertimbangkan pembatasan importasi daging yang akan membantu meningkatkan permintaan daging ayam sebagai pemenuhan kekurangan daging sapi atau kerbau sebagai alternatif," ucap Hamid.

Ia berpendapat agar pemerintah dapat mengembangkan potensi daging ayam sebagai alternatif pengganti sementara pemenuhan kekurangan daging sapi atau kerbau.

Sebelumnya, kata Hamid, pemerintah melalui Kementan dan Bulog sedang mengembangkan stok alternatif dari makanan pokok beras di masa wabah COVID-19 ini berupa sagu, jagung atau singkong.

"Saat ini, peternak ayam sedang dalam kondisi yang sangat kritis pada kelangsungan proses usahanya. Keadaan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2018 atau sekitar dua tahun di mana harga ayam hidup terus anjlok," paparnya.

Sebagaimana diwartakan, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bekerja sama dengan perusahaan swasta (integrator) untuk menyerap dan membeli ayam ras broiler dari peternak mandiri.

"PT Japfa Comfeed sudah melakukan pembelian livebird di farm broiler peternak mandiri milik Sugeng Wahyudi (anggota GOPAN) di Dramaga Tanjakan Bogor," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita di Jakarta, Jumat (24/4).

Ketut menjelaskan bahwa pembelian livebird oleh PT Japfa Comfeed sebanyak 1.920 ekor, dengan harga Rp15.000 per kg dan akan didistribusikan ke RPH Unggas di Parung Ciomas, Bogor.

Pembelian oleh Japfa Comfeed tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan tersebut untuk membeli livebird sebanyak 700.000 ekor.

Berdasarkan informasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, PT Charoen Pokphan Indonesia (PT CPI), salah satu integrator lainnya juga telah membeli ayam broiler dari kandang Eri, seorang peternak mandiri yang berdomisili di Desa Ngabean Boja, Kendal.

Jumlah ayam yang dibeli pada Rabu (22/4) oleh PT CPI itu adalah sebanyak 4.000 ekor dengan harga 15.000/kg berat hidup. Sementara harga kesepakatan PINSAR di pasaran adalah 10.000/kg, sehingga masih ada selisih Rp5.000 yang bisa didapatkan peternak.

"Ayam yang dibeli di Kendal ini merupakan bagian dari komitmen 1 juta ekor ayam yang akan dibeli oleh PT CPI di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur," kata Ketut.

Baca juga: Kementan: Pembelian ayam ras milik peternak mandiri mulai berjalan
Baca juga: Asosiasi prediksi sebagian peternak ayam di Palembang bakal bangkrut
Baca juga: Di kabupaten ini peternak tidak rugi, meski harga ayam tengah anjlok