Legislator: Riset kolaborasi harus jadi keunggulan Indonesia

Anggota Komisi VII DPR RI Asman Abnur mengemukakan riset kolaborasi harus menjadi keunggulan Indonesia sehingga kita tidak lagi menjadi negara yang membeli hasil-hasil riset dari negara lain.

"Hasil riset yang dimuat di jurnal internasional, harusnya kita sudah punya industri yang mendukung sehingga keuntungannya tidak lagi diambil orang luar," kata dia di Padang, Kamis pada peluncuran Pusat Kolaborasi Riset Nanoselulosa di Universitas Andalas (Unand) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menurutnya, ada banyak karya hasil riset anak bangsa yang hebat tapi yang diuntungkan bukan negara sendiri melainkan industri di luar negeri.

"Seharusnya ini menjadi kekuatan kita di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Unand luncurkan Pusat Kolaborasi Riset Nanoselulosa bersama BRIN

Baca juga: Unand segera miliki Laboratorium Sentral pendukung riset

Oleh sebab itu sebagai legislator ia melihat ini merupakan peluang yang besar.

Ia menilai sudah saatnya para peneliti di Indonesia mulai dari perguruan tinggi hingga BRIN menyatukan kekuatan dan tidak terjebak di zona nyaman agar terus bisa melahirkan perubahan.

"Industri di Tanah Air harus memakai produk para peneliti sendiri sehingga peneliti juga bisa menikmati jerih payah atas karyanya," ujarnya.

Sementara Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan salah satu fungsi dari lembaga itu adalah menjadi pelaksana riset yang saat ini memiliki 12 organisasi riset dengan 85 pusat riset meliputi semua bidang ilmu mulai dari agama hingga fisika.

Ia menyampaikan BRIN mengelola seluruh layanan riset yang bersumber dari APBN maupun dana abadi hingga swasta.

"Sehingga kehadiran BRIN bukan hanya untuk periset BRIN saja," ujarnya.

Ia menyebutkan saat ini terdapat 10 ribu periset di BRIN dan setiap tahun ada perekrutan bagi 500 ASN dengan kualifikasi pendidikan minimal S3.*

Baca juga: BRIN: Inari Expo wadah jalin kerja sama riset dan inovasi

Baca juga: BRIN perkuat ekosistem riset dan inovasi melalui Inari Expo 2022