Legislator sarankan Garuda cari pembiayaan untuk bayar SUKUK

Subagyo

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus mengatakan agar PT Garuda Indonesia (Persero) membayar SUKUK saat jatuh tempo dengan mencari sumber pembiayaan yang utamanya dari bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19.

“Langkah paling tepat untuk mengatasi masa paceklik Garuda adalah dengan membayar SUKUK saat jatuh tempo. Caranya, mencari sumber pembiayaan dari bank dan diutamakan dari bank BUMN,” kata Deddy lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.

Namun, Deddy menyampaikan, apabila direksi maskapai BUMN itu masih ragu karena ada potensi mengganggu likuiditas bank, ia menyarankan untuk mencari sumber pembiayaan lain.

Deddy meyakini bahwa banyak sumber pembiayaan dari dalam atau luar negeri yang sanggup membantu Garuda tanpa menimbulkan interpretasi gagal bayar dan efek berantai lainnya.

“Sekali lagi saya ajak Kementerian BUMN dan manajemen Garuda agar sangat berhati-hati menentukan kebijakan pelunasan SUKUK jatuh tempo ini. Sedikit tergelincir, napas Garuda bisa berakhir,” ujarnya.

Deddy meminta pemerintah dan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) berhati-hati menetapkan solusi untuk menyelamatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut akibat pandemi COVID-19.

“Manajemen Garuda dan Kementerian BUMN harus sangat hati-hati mencari solusi masalah ini,” katanya.

Baca juga: Dampak COVID-19, Garuda renegosiasi sewa pesawat hingga pangkas rute

Baca juga: Anggota DPR nilai industri penerbangan alami dampak besar COVID-19

Baca juga: Imbas COVID-19, maskapai Garuda potong gaji karyawan