Legislator sebut Pertamina berkinerja positif

Nusarina Yuliastuti

Anggota Komisi VII DPR HM Ridwan Hisjam menilai bahwa PT Pertamina (Persero) di bawah kepemimpinan Nicke Widyawati sangat solid dan tangguh serta memiliki kinerja positif hampir pada semua sisi, dari hulu hingga hilir.

"Ini karena top manajemennya, saya melihat Pertamina sangat solid, tangguh, profesional, dan punya pendirian. Itu yang membuat kinerja BUMN ini positif," kata Ridwan di Jakarta, Selasa.

Ridwan mencontohkan, ketika Pertamina menghadapi situasi sulit saat pandemi COVID-19 dalam kondisi harga minyak dunia sangat berfluktuasi serta kebingungan masyarakat, Pertamina tetap berjalan sesuai alur dan roadmap yang dimiliki.

Baca juga: Konsumsi BBM beranjak naik 25 persen saat transisi menuju normal baru

Terkait harga BBM, lanjutnya, meski sempat anjlok, namun sekarang sudah naik dengan cepat dan berada di level sekitar 40 dolar AS per barel.

"Bayangkan, seandainya harga BBM diturunkan dan kemudian dinaikkan lagi, tentu berdampak sangat buruk. Tetapi dengan tetap bertahan, justru tidak ada masalah dan tidak berdampak kepada masyarakat," katanya melalui keterangan tertulis.

Kinerja baik tersebut, menurut Ridwan memang merata, dari hulu sampai hilir termasuk dengan tetap mengoperasionalkan hulu dan kilang, ketika harga minyak turun drastis saat pandemi COVID-19.

Baca juga: Pertamina tak ingin tergantung impor BBM

Dengan keputusan tersebut, Pertamina bisa menjaga ketahanan energi di masa mendatang, tambahnya, hal ini bisa dilakukan, karena Pertamina tetap fokus pada rencana kerja tahunan.

"Sekarang banyak BUMN dan swasta yang meleset karena tidak fokus. Pertamina tidak. Dan kuncinya adalah manajemen yang solid, bahkan hingga ke bawah," ujarnya.

Tidak hanya saat menghadapi krisis, kinerja positif Pertamina, jelas Ridwan, juga ditunjukkan pada 2019, yakni, ketika masuk dalam daftar Top 500 Fortune Global 2019.

Baca juga: Pertamina siapkan protokol baru di SPBU, diimbau bayar nontunai

Bahkan, posisi BUMN ini melesat 78 peringkat dibandingkan tahun lalu dan menempati posisi 175. Pertamina menjadi satu-satunya BUMN yang masuk ke dalam 500 perusahaan kelas dunia dan bahkan mengalahkan Alibaba dan Facebook.

"Peringkat bagus karena solidnya manajemen. Itu yang membuat seluruh jajaran Pertamina bisa bekerja dengan baik," katanya.

Termasuk di hulu, ketika Pertamina berhasil melakukan survei seismik laut regional 2D di wilayah terbuka sepanjang 23.063 km atau 77 persen (per 25 Mei 2020) dari target 30.000 km.

Survei seismik tersebut adalah yang terbesar di Asia Pasifik dan Australia dalam 10 tahun terakhir, dan diharapkan dapat menemukan cadangan migas baru serta menjadi giant discovery bagi Indonesia.

Begitu pula pada pengolahan dan MP2, antara lain, ketika Pertamina dinilai berhasil menghentikan impor Avtur sejak Maret 2019 dan stop impor Solar sejak April 2019.

Untuk hilir, antara lain ketika Pertamina sukses meneruskan komitmen implementasi B30 lebih cepat dari target di delapan titik blending sampai Desember 2019 dan 28 titik blending pada Januari 2020.

Pertamina juga dinilai transparan, yang terlihat ketika DPR hendak melakukan peninjauan di lapangan, misalnya, Pertamina terbuka dan memberi kemudahan.