Legislator Terpidana Korupsi Belajar Hukum di Lapas

Pekanbaru (ANTARA) - Anggota DPRD Riau yang juga terpidana kasus dugaan suap atas rencana revisi Perda terkait Proyek PON XVIII 2012 Muhammad Dunir mengaku banyak belajar masalah hukum di Lembaga Pemasyarakatan tempat dia mendekam.

"Di sini (Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru, red), saya banyak belajar dan lebih mengerti hukum," kata Dunir yang ditemui ANTARA di dalam Lapas Kelas II A Pekanbaru, Rabu siang.

Ia mengakui, kasus yang menimpanya hingga harus dijebloskan ke dalam Lapas sebagai warga binaan di sana membuat dirinya lebih tegar.

"Bukan persoalan kapok atau tidaknya saya berpolitik, namun saya baru sadar dan merasa sangat menyesal atas apa yang saya lakukan saat menjabat sebagai wakil rakyat," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Awalnya, kata Dunir, dirinya sempat tidak menerima kenyataan kalau harus menjalani hukuman penjara akibat dugaan kasus suap proyek PON. Kerana, melihat Lapas saja biasanya dirinya sangat takut namun faktanya justru terjebloskan sebagai warga binaan tetap.

Atas perbuatan dan kenyataan itu, Dunir juga mengaku sempat mengalami kegoyahan psikologis yang bahkan juga "membayangi" istri dan seorang anaknya yang masih berumur dua tahun sepuluh bulan.

"Namun perlahan, saya belajar untuk menerima kenyataan ini. Dan saya berharap, apa yang saya dapatkan, yakni lebih mengerti hukum, ke depan akan lebih taat hukum," katanya.

Muhammad Dunir sebelumnya divonis empat tahun penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Pekanbaru karena diyakini bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi.

Bersamanya, juga ada seorang anggota DPRD Riau lainnya atas nama Faisal Aswan dari Fraksi Partai Golkar, yang juga dihukuman sama, terkait dengan kasus dugaan suap PON Riau.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.