Legislator usulkan perbanyak eksplorasi migas di kawasan perbatasan

Faisal Yunianto

Anggota Komisi VII DPR RI Arkananta Akram mengusulkan untuk memperbanyak eksplorasi minyak dan gas bumi di berbagai daerah 3T atau tertinggal, terdepan dan terluar dan kawasan perbatasan Nusantara.

"Saya harap pemerintah harus mengeksplorasi daerah 3T yang notabene berbatasan dengan negara lain terlebih dahulu," kata Arkananta Akram di Jakarta, Kamis.

Politisi Partai Nasdem itu mengingatkan bahwa laporan SKK Migas menyebutkan bahwa pada tahun 2019 lalu, masih ada 70 cekungan migas yang belum dieksplorasi.

Baca juga: Menteri ESDM minta peningkatan aktivitas eksplorasi migas

Hal itu, ujar dia, juga sejalan dengan dengan cita-cita Presiden Joko Widodo untuk membangun daerah pinggiran plus untuk meningkatkan ekonomi daerah, namun juga melihat daerah perbatasan yang memiliki potensi alam yang sangat besar.

"Untuk menghindari klaim sepihak dari negara lain, sebagaimana yang terjadi di perairan Natuna, maka kami berharap pemerintah membangun atau mengeksplorasi wilayah perbatasan terlebih dahulu," tuturnya.

Baca juga: Pacu eksplorasi, Menteri ESDM kerahkan survei seismik terbesar

Sebagaimana diwartakan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting migas sepanjang 2019 hanya mampu mencapai 90,5 persen dari target dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebutkan sepanjang 2019, realisasi lifting migas mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari (BOPD), atau tidak mencapai target yang ditetapkan APBN 2019 sebesar 2,025 juta BOPD.

Dwi merinci realisasi lifting minyak pada 2019 mencapai 746.000 barel per hari atau 96,3 persen dari APBN 2019 sebesar 775.000 barel per hari. Namun demikian, capaian ini di atas target WP& B sebesar 729,5 ribu BOPD atau sebesar 102,3 persen.

Baca juga: 74 cekungan sedimen menunggu eksplorasi
Baca juga: Manajemen data dan tantangan investasi migas