Legislator: Usut Kebakaran Pasar Turi Lama

Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya meminta kepolisian segera mengusut kebakaran di Pasar Turi lama pada Minggu (16/9) malam.

"Penyebab kebaran perlu diselidiki," kata anggota Komisi C DPRD Surabaya Reni Astuti saat dihubungi melalui ponselnya di Surabaya, Senin pagi.

Menurut dia, penyelidikan itu perlu dilakukan agar diketahui penyebab kebakaran, yakni apakah karena faktor kelalaian, hubungan arus pendek listrik atau ada faktor kesengajaan.

Reni sendiri mengaku prihatin atas kebakaran Pasar Turi yang terjadi untuk yang ketiga kalinya ini. Sebelumnya kebakaran hebat terjadi pada 2007 khususnya di Pasar Turi Tahap I dan II yang kini akan dibangun Pasar Turi Baru.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya bersama Pemkot Surabaya ikut membantu mencarikan solusi bagi pedagang yang menjadi korban kebakaran. "Paling tidak solusi untuk berdagang. Jangan sampai mereka menganggur terlalu lama," katanya.

Reni mengatakan pihaknya akan mengusulkan ke Ketua Komisi C untuk melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran. "Kalau bisa hari ini, kami akan ke sana," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Hingga berita ini diturunkan, api mulai padam. Namun demikian, petugas tetap melakukan pembasahan agar tidak ada lagi titik api yang bisa berpotensi menyebabkan api menjadi besar.

Diketahui api yang diperkirakan meludeskan Pasar Turi lama sejak pukul 22.00 WIB itu masih belum padam hingga pukul 23.40 WIB. Petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan untuk memadamkan api karena warga setempat panik dan lokasi air cukup jauh.

Belasan mobil PMK, ambulans, PMI, Linmas, dan aparat kepolisian sempat didatangkan di lokasi kejadian. Ratusan polisi juga mengamankan lokasi kejadian, sedangkan para pedagang tampak mengangkut barang-barang miliknya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.