Legondo Bu Suad, Makanan Tradisional Borobudur yang Ngangeni

Syahdan Nurdin, FanyRachmawati
·Bacaan 3 menit

VIVA – Indonesia memiliki beragam warisan resep tradisional yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Setiap daerahnya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Salah satunya, makanan tradisional khas Borobudur Magelang Jawa Tengah. Namanya Legondo, pernahkah anda mendengarnya?

Legondo adalah makanan tradisional terbuat dari ketan yang diisi pisang. Kemudian dibungkus daun pisang dan diikat dengan tiga iratan bambu.

“Setelah itu dikukus menghasilkan rasa yang manis tapi ada sedikit rasa gurihnya, jadi perpaduan antara manis dan gurih,” kata Pemilik Legondo Bu Suad, Ernalia Masly (39).

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat legondo meliputi beras ketan, pisang, santan dan gula. Resep ini ia dapatkan dari ibu mertuanya, Suad Albaroroh (75). Awalnya, Suad membuat legondo khusus hanya untuk suguhan bagi keluarga dan tamu pada hari raya Idul Fitri. Resep itu juga ia dapatkan turun-temurun dari keluarganya.

Awal Mula Legondo

Legondo berasal dari kata lego ning kondo. Dalam bahasa Jawa, lego berarti lega, kondo artinya pembicaraan. Maksudnya, pembicaraan yang membuat hati lega.

“Jadi, sebenarnya makanan ini kita bikin untuk menjamu tamu sambil ngobrol dan sebagainya. Ini kan mengeluarkan perasaan, kemudian cerita,

Nah ini lego ning kondo kalau bahasa Jawanya ya jadi omongan yang menyenangkan, berbincang-bincang dengan saudara, orang tua, rekan, sahabat, jadi ada perasaan lega ketika sudah ketemu berbincang-bincang melepas rindu, biasanya cerita yang membikin hati lego (lega). Jadi temen ngobrol sambil cerita itu ya kita namakan legondo itu,” ungkap Ernalia.

Ernalia menjelaskan, panganan legondo ini sudah dibuat sejak 1960-an oleh ibu mertuanya. Kemudian ia mulai memperkenalkan legondo pada akhir 2018 untuk dijual pada khalayak umum.

“Awalnya saya belajar beberapa kali sampai bisa bener-bener sama seperti yang ibu (mertua) bikin. Pokoknya sudah dites sama ibu wis enak, jadi saya sama suami memperkenalkan ke khalayak. Itu pameran pertama kali di Sawitan pertama kali launching Legondo Bu Suad,” ceritanya.

Saat ini pesanan legondo sudah sampai Jogja, Solo, Semarang, Jakarta, Surabaya, Medan, bahkan Singapura.

“Dulu pernah ada turis dari Singapura berkunjung ke Borobudur. Lalu mereka tahu ada Legondo Bu Suad dari media online yang pernah meliput ke sini. Turis itu minta pemandunya untuk diantar ke sini dan ketemu. Mereka makan legondo di sini, dan bawa 10 box ke Singapura,” kata Ernalia.

Daya Tahan Hingga 5 Hari

Daya tahan Legondo Bu Suad di suhu ruang hanya 2x24 jam setelah matang, asalkan talinya tidak dilepas.

“Tapi kalau masuk kulkas 4-5 hari maksimalnya, nanti kalau mau dimakan dikukus lagi sebentar sekitar 20 menit insya Alloh rasanya ngga berubah,” kata istri dari Fuad Suryawan (42) ini.

Legondo Bu Suad dikemas dengan beberapa jenis paket. Ada Paket Alit isi 5 harganya Rp22 ribu, Paket Sedoso isi 10 harganya Rp40 ribu, Paket Selangkung isi 25 harganya Rp100 ribu. Kemudian ada Paket Ageng isi 50 dijual seharga Rp200 ribu.

“Kita bikin by order karena masih pengenalan juga, dan yang jelas proses pembuatannya yang memakan waktu lama. Minimal pesan dua hari sebelumnya,” terang Erna.

Legondo Bu Suad bisa dipesan melalui akun media sosial instagram @legondo_bu_suad. Sementara ini Legondo Bu Suad hanya dijual di Kapling Jayan Borobudur Magelang.

“Jadi legondo ya cuma di rumahnya Bu Suad aja kita jual mungkin di Magelang satu-satunya,” kata ibu dua anak ini.

Legondo Bu Suad diikat dengan tiga iratan bambu
Legondo Bu Suad diikat dengan tiga iratan bambu

Legondo Bu Suad diikat dengan tiga iratan bambu

Satu-satunya Di Magelang

Ciri-ciri Legondo Bu Suad dapat dilihat dari tiga ikatan tali bambu. Filosofi tiga tali ini, lanjut Ernalia, karena menurutnya dalam hidup ini setiap manusia punya tiga ikatan.

“Yang pertama ikatan dengan Sang Pencipta, yang kedua ikatan dengan Nabi atau Rasulullah karena kita umat islam. Yang ketiga dengan sesama jadi ada habluminallah dan habluminanaas,” pungkasnya.

Legondo Bu Suad bisa dipesan untuk berbagai kebutuhan, seperti oleh-oleh, hajatan, seserahan, suguhan untuk tamu, atau bahkan bisa juga dikemas jadi hampers (bingkisan) lebaran.