Lelaki pemakan pisang 120.000 dolar dalam pameran seni katakan 'saya tidak menyesal'

Oleh Angela Moore

NEW YORK (Reuters) - Seorang seniman pertunjukan yang memakan pisang yang terlekat di dinding sebagai sebuah karya seni bernilai 120.000 dolar AS mengatakan tindakannya bukan merupakan vandalisme dan ia tidak menyesali camilannya di Art Basel di Miami Beach Florida.

"Saya memutuskan pada pagi hari. Namun saya tidak sangat lapar. Jadi saya menikmati dua jam tambahan ke Basel dan saya memakannya," seniman pertunjukan David Datuna , yang lahir di Georgia, bekas republik Soviet mengatakan kepada wartawan di New York pada Senin.

Karya seniman Maurizio Cattelan - sebuah pisang yang dilekatkan dengan lakban ke dinding dan diberi nama "Pelawak"- terjual seharga 120.000 dolar AS.

Datuna bergabung dalam kerumunan, berswa-foto dengan pisang pada Sabtu dan kemudian menarik lakban tersebut dan memakan pisang itu dalam sebuah video yang dibagikan luas dalam sosial media.

"Pertama-tama, saya sangat menghormati seniman ini. Bagi saya, ia merupakan salah satu artis teratas di dunia," kata Datuna. "Dan saya pikir ini pertama kalinya dalam sejarah seni ketika seorang seniman memakan konsep milik seniman lain. Orang-orang bertanya kepada saya, kamu makan pisang? Secara fisik itu memang pisang, namun pisang hanya sebuah alat. Jadi pada umumnya saya makan konsep kesenian."

Ia menambahkan bahwa karya seni tersebut rasanya enak.

"Jadi itu tidak seperti, lagi, vandalisme. Itu pertunjukan seni dari saya. Dan tentu saja, saya tidak menyesal," katanya. "Saya sebut pertunjukan "Artis Lapar". Yeah, karena saya lapar dan saya hanya memakannya."

Perwakilan Art Basel tidak bersedia segera memberi komentar. Identitas pembeli tidak pernah dibuka oleh galeri.

Cattelan sebelumnya menciptakan toilet berlapis emas 18 karat yang oleh Guggenheim Museum di New York ditawarkan dengan pinjaman kepada Presiden AS Donald Trump pada 2018. Toilet seharga 5 juta dolar AS dicuri dari Istana Blenheim Inggris pada September lalu.