Lelang Aset Tersangka Asabri, Jaksa Tak Bisa Cuma Mengacu KUHAP

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kejaksaan Agung bakal melelang sejumlah barang bukti yang disita terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Namun, rencana lelang tersebut disoroti termasuk alasan yang mengacu pada Pasal 45 KUHAP.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Yenti Garnasih menilai dasar hukum pelelangan untuk kasus ASABRI tidak memadai. Menurut dia, Kejaksaan hanya berpatokan pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dalam melakukan lelang.

"Terlalu minim jika berpegangan pada KUHAP saja, korupsi ini kan sudah di luar KUHAP. Mestinya sudah punya perangkat sendiri. KUHAP itu kan untuk mencuri biasa, pidana biasa," kata Yenti pada Senin, 17 Mei 2021.

Pakar Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ini berpendapat bahwa aset yang masih berstatus utang dan tidak terkait kasus korupsi, harusnya tak perlu dipersoalkan kejaksaan.

"Sepanjang harta tersebut dapat dibuktikan kepemilikannya yang bukan hasil korupsi, utang pun oke. Tapi kalau terbukti hasil korupsi, tetap jadi masalah," ujarnya.

Maka dari itu, Yenti mengatakan pelelangan ini butuh kehadiran UU Perampasan Aset sebagai payung hukum. Sebab, kata dia, selama ini pemangku kebijakan kurang responsif dengan kejahatan ekonomi yang kerap menjerat tersangka kasus TPPU.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Jampidsus akan melakukan pelelangan barang bukti aset yang disita dari kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan investasi PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri. Sebab, biaya pemeliharaan aset sitaan sangat tinggi.

Jampidsus Kejaksaan Agung, Ali Mukartono mengatakan barang sitaan itu bisa dilakukan pelelangan meskipun belum berkekuatan hukum tetap alias inkracht merujuk Pasal 45 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Asabri maupun Jiwasraya karena pemeliharaannya terlalu tinggi, kita mau mencoba yang bisa dilelang, dilelang. Kan boleh Pasal 45 KUHAP, dengan biaya penyimpanan terlalu tinggi, kita terbatas biayanya,” kata Ali di Kejaksaan pada Kamis, 6 Mei 2021.

Menurut dia, beberapa barang bukti kasus Asabri yang dilelang antara lain belasan bus dari tersangka mantan Direktur Utama Asabri Letjen (Purn) Sonny Widjaya, kapal dari tersangka Komisaris Utama PT. Trada Alam Minera Heru Hidayat dan mobil-mobil yang disita dari tersangka lainnya.

Baca juga: Aset Tersangka Benny Tjokro Kembali Disita Terkait Kasus Asabri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel